Haluannews Ekonomi – Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan kapabilitas Danantara Asset Management (DAM) untuk bersaing dengan entitas bisnis global terkemuka. Ia bahkan mengklaim DAM setara dengan entitas bisnis paling bergengsi di kancah global, yang terdaftar dalam Fortune 500. Dony memproyeksikan konsolidasi laba BUMN di bawah DAM mampu menembus Rp 360 triliun pada tahun ini, dan diproyeksikan melonjak menjadi Rp 400 triliun di tahun 2027. Klaim ambisius ini diungkapkan Dony dalam forum Haluannews.id Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Related Post
"Dalam konteks Fortune 500, DAM diklaim masuk dalam jajaran 10 perusahaan terbesar dunia, dengan proyeksi pendapatan mencapai US$ 110 miliar," ungkap Dony, menggambarkan skala ambisi Danantara.

Dony lebih lanjut merinci bahwa Danantara saat ini mengelola ekuitas substansial hingga Rp 3.000 triliun, dengan total aset mencapai Rp 14.000 triliun. Dengan bekal fundamental finansial yang impresif ini, Dony meyakini Danantara sanggup menghasilkan pengembalian yang optimal dan merealisasikan target ambisius Presiden RI Prabowo Subianto, yakni laba konsolidasi sebesar Rp 600 triliun.
"(Target laba Rp 600 triliun) memang kami harapkan dapat tercapai paling lambat tahun 2029. Mengelola entitas sebesar ini tentu penuh tantangan, dan teman-teman juga memahami betapa tidak mudahnya. Namun, kami berkomitmen penuh. Jika kita melakukannya dengan benar, saya yakin kita bisa meraihnya," jelas Dony dengan keyakinan.
Dalam rangka mengakselerasi kinerja dan profitabilitas Danantara, Dony melihat potensi besar pada sektor-sektor industri yang belum terjamah oleh Danantara. Peningkatan daya saing Danantara secara berkelanjutan juga esensial untuk mengoptimalkan perolehan keuntungan dan mengukuhkan dominasi sebagai pemain kunci di panggung global.
"Saya secara personal cukup yakin dengan kapabilitas tim yang kami miliki. Harapannya, BUMN akan terus dinakhodai oleh figur-figur berkualitas yang mampu mengantarkan DAM menuju laba Rp 600 triliun," tutup Dony dengan optimisme.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar