BI Kunci Suku Bunga: Rupiah Siap Hadapi Gejolak Global!

BI Kunci Suku Bunga: Rupiah Siap Hadapi Gejolak Global!

Haluannews Ekonomi – Bank Indonesia (BI) secara konsisten mempertahankan tingkat suku bunga acuannya pada level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 16 dan 17 Maret 2026. Keputusan strategis ini juga diikuti dengan penetapan suku bunga deposit facility sebesar 3,75% dan lending facility sebesar 5,5%. Langkah ini menandai komitmen BI dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

COLLABMEDIANET

Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers daring pada Selasa (17/3/2026), menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan upaya proaktif untuk memperkuat fundamental stabilitas nilai tukar Rupiah. Stabilitas ini menjadi krusial di tengah memburuknya kondisi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi memicu ketidakpastian pasar. Selain itu, penetapan suku bunga ini juga bertujuan untuk menjaga pencapaian sasaran inflasi pada rentang 2,5% ± 1% untuk tahun 2026-2027, sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

BI Kunci Suku Bunga: Rupiah Siap Hadapi Gejolak Global!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Haluannews.id mencatat, BI akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter guna memperkokoh ketahanan eksternal perekonomian nasional. Ini termasuk langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan agar tetap konsisten dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah potensi dampak lanjutan dari perang di Timur Tengah. Fleksibilitas kebijakan menjadi kunci untuk merespons setiap perubahan kondisi global secara adaptif.

Di sisi makroprudensial, kebijakan akan terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Fokusnya adalah peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan ke sektor riil, yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi. Upaya ini dilakukan sembari tetap menjaga stabilitas sistem keuangan secara menyeluruh, mencegah risiko yang dapat mengganggu perekonomian. Sementara itu, kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk menopang aktivitas ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur pembayaran, guna mendukung transformasi ekonomi digital.

Sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran ini menjadi pilar utama dalam mempertahankan stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. BI juga mempererat koordinasi dengan Pemerintah, khususnya dalam sinergi kebijakan moneter dan fiskal, untuk memitigasi dampak ketidakpastian global terhadap ekonomi domestik. Kolaborasi ini esensial untuk memastikan respons kebijakan yang komprehensif dan terpadu.

Lebih lanjut, kolaborasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga diperkuat, terutama untuk mendukung pembiayaan program "Asta Cita" Pemerintah yang strategis. Tak hanya itu, Bank Indonesia aktif memperluas kerja sama internasional di bidang kebanksentralan, termasuk konektivitas sistem pembayaran lintas negara dan fasilitasi transaksi menggunakan mata uang lokal. Langkah ini juga mencakup promosi investasi dan perdagangan di sektor-sektor prioritas, bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, demi menarik modal dan memperluas pasar ekspor Indonesia.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar