Haluannews Ekonomi – Bank Indonesia (BI) menggelontorkan insentif kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) sebesar Rp393 triliun kepada sejumlah bank yang aktif menyalurkan kredit. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor-sektor prioritas.

Related Post
Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa alokasi dana tersebut terdistribusi ke berbagai kelompok bank. Bank BUMN menerima kucuran dana sebesar Rp173,6 triliun, bank swasta sebesar Rp174,4 triliun, Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp39,1 triliun, dan kantor cabang bank asing sebesar Rp5,7 triliun.

"Kami telah memberikan insentif kebijakan likuiditas makroprudensial Rp393 triliun kepada bank-bank yang menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas," ujar Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Perry menjelaskan bahwa insentif ini diberikan dalam bentuk pengurangan Giro Wajib Minimum (GWM) bagi bank-bank yang menyalurkan kredit ke sektor-sektor strategis. Sektor-sektor tersebut meliputi pertanian, perdagangan, manufaktur, real estate, perumahan rakyat, konstruksi, transportasi, pergudangan, serta UMKM, ultramikro, dan sektor hijau.
"Secara sektoral, insentif kebijakan likuiditas kami salurkan kepada sektor-sektor prioritas yang kemudian menjadi pilar dari Asta Cita pemerintah," tegas Perry. Dengan adanya dukungan likuiditas ini, diharapkan bank-bank dapat lebih leluasa dalam menyalurkan kredit, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar