Benteng OJK Kuat! Korupsi Rendah, Ekonomi Nasional Terjaga!

Benteng OJK Kuat! Korupsi Rendah, Ekonomi Nasional Terjaga!

Haluannews Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas sektor keuangan nasional. Sebagai regulator utama, OJK menyatakan berhasil mempertahankan level risiko korupsi yang rendah, didukung oleh program penguatan integritas yang berjalan sangat efektif sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas dan kepercayaan terhadap ekosistem jasa keuangan di Indonesia.

COLLABMEDIANET

Sophia Isabella Wattimena, Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, mengungkapkan bahwa lembaga tersebut meraih nilai impresif 80,56 dengan predikat "terjaga" dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) yang rutin diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setiap tahun. "Nilai SPI OJK 2025 ini jauh melampaui rata-rata nilai seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang berada di angka 72," jelas Sophia dalam sebuah konferensi pers virtual pada Jumat (9/1/2026), sebagaimana dilansir oleh Haluannews.id. Angka ini tidak hanya menunjukkan kinerja internal yang kuat, tetapi juga menempatkan OJK sebagai salah satu institusi dengan tata kelola terbaik di antara lembaga pemerintah lainnya.

Benteng OJK Kuat! Korupsi Rendah, Ekonomi Nasional Terjaga!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Lebih lanjut, OJK juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapabilitas fungsi audit internalnya. Berdasarkan asesmen Internal Audit Capability Model (IACM) yang dikembangkan oleh The Institute of Internal Audit Research Foundation, fungsi audit internal OJK terus mengalami peningkatan. Dari 82,96% pada tahun 2020, skor tersebut melonjak menjadi 94,51% di tahun 2025, mencapai level 4 menuju level 5. "Peningkatan ini merupakan cerminan nyata dari komitmen OJK untuk mencapai tujuan organisasi dan menjaga kualitas fungsi audit internal yang selaras dengan standar internasional, termasuk dalam rangka Early Adoption atas Global Internal Audit Standard (GIS). Hal ini krusial untuk mendukung peningkatan efektivitas manajemen dan proses kerja," papar Sophia, menggarisbawahi pentingnya audit internal yang tangguh dalam mencegah praktik korupsi.

Dalam upaya memperkuat tata kelola dan integritas, OJK juga menjalin kerja sama erat dengan KPK. Kolaborasi ini berfokus pada peningkatan jumlah pegawai yang bersertifikat Ahli Pembangun Integritas (API) dan Penyuluh Anti Korupsi (Paksi). Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen OJK dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat reformasi birokrasi dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan. Tercatat, 58 pegawai OJK telah bersertifikasi API, dan 52 pegawai lainnya telah mengikuti pelatihan untuk sertifikasi Paksi pada tahun 2025.

Selain itu, OJK juga berhasil meraih skor 98 dari 100 dari KPK dalam program pengendalian gratifikasi. Angka yang nyaris sempurna ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian gratifikasi di lingkungan OJK telah berjalan dengan sangat baik dan efektif, menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari potensi konflik kepentingan. Dengan integritas yang terjaga, OJK optimis dapat terus menjalankan perannya sebagai regulator yang kredibel, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan meningkatkan iklim investasi yang sehat di Indonesia.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar