BDMN Meroket! Laba Bersih Tembus Rp 4 T, Ini Pemicunya!

BDMN Meroket! Laba Bersih Tembus Rp 4 T, Ini Pemicunya!

Haluannews Ekonomi – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menutup tahun buku 2025 dengan performa finansial yang cemerlang. Bank yang terafiliasi dengan MUFG asal Jepang ini berhasil membukukan laba bersih konsolidasian setelah pajak dan kepentingan minoritas sebesar Rp 4 triliun, melonjak signifikan 14% secara tahunan (year-on-year/yoy). Kinerja fundamental yang solid ini juga ditopang oleh laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) konsolidasian yang mencapai Rp 9,6 triliun, tumbuh 4% yoy sepanjang tahun lalu.

COLLABMEDIANET

Chief Financial Officer (CFO) Bank Danamon, Theresia Adriana Widjaja, dalam paparannya yang dikutip Haluannews.id pada Kamis (19/2/2026), menjelaskan bahwa lonjakan profitabilitas ini merupakan hasil dari kombinasi peningkatan pendapatan, efisiensi pengelolaan biaya operasional, serta perbaikan signifikan pada biaya kredit (cost of credit) yang turun 10% yoy. Indikator profitabilitas lainnya, Rasio Margin Bunga Bersih (Net Interest Margin/NIM) Danamon juga tercatat tinggi, mencapai 7,7% per 31 Desember 2025.

BDMN Meroket! Laba Bersih Tembus Rp 4 T, Ini Pemicunya!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dari sisi intermediasi perbankan, Bank Danamon menunjukkan pertumbuhan yang impresif. Total kredit dan pembiayaan perdagangan (trade finance) konsolidasian berhasil mencapai Rp 212,7 triliun, meningkat 9% yoy dibandingkan periode sebelumnya. Theresia menambahkan, pertumbuhan ini bersifat menyeluruh, didorong oleh ekspansi di seluruh lini bisnis, mulai dari banking dan financial institutions, SME banking, consumer banking, hingga kontribusi dari Adira Finance. Seiring dengan pertumbuhan portofolio kredit, kualitas aset juga terjaga dengan baik, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross yang berada di level 1,7%, turun 20 basis poin dari tahun sebelumnya.

Pada aspek penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasian Bank Danamon tumbuh 16% yoy, mencapai Rp 176,9 triliun. Komponen simpanan pada giro dan tabungan (Current Account and Saving Account/CASA) menunjukkan pertumbuhan yang lebih pesat, yakni 18% yoy, hingga menyentuh angka Rp 75,2 triliun. Ini mengindikasikan kepercayaan nasabah yang kuat serta kemampuan bank dalam mengelola sumber pendanaan berbiaya rendah.

Theresia juga memaparkan data yang disesuaikan, mengecualikan dampak dari penggabungan usaha antara PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) dan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN). Tanpa efek merger tersebut, total kredit dan trade finance Danamon secara konsolidasian per 31 Desember 2025 tetap menunjukkan pertumbuhan solid 9% yoy menjadi Rp 206,9 triliun. Sementara itu, DPK tumbuh 15% yoy, mencapai Rp 176,9 triliun.

Secara keseluruhan, pendapatan operasional konsolidasian Bank Danamon untuk tahun buku 2025 tercatat sebesar Rp 19,5 triliun, tumbuh 3% secara tahunan. Laba operasional sebelum cadangan (PPOP) juga menguat 4% menjadi Rp 8,6 triliun. Adapun laba bersih setelah pajak konsolidasian, yang dihitung dengan parameter tertentu, mencapai Rp 3,9 triliun, melonjak 21% dari tahun sebelumnya, menegaskan posisi Danamon sebagai salah satu pemain kunci di sektor perbankan nasional.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar