Haluannews Ekonomi – Pasca penutupan pabrik di Purwakarta pada Mei 2024 lalu, PT Sepatu Bata Tbk (BATA) kini mengambil langkah strategis untuk tetap bertahan di pasar Indonesia. Persetujuan pemegang saham untuk menghapus kegiatan produksi sepatu menjadi sinyal perubahan besar dalam model bisnis perusahaan.

Related Post
Direktur & Corporate Secretary BATA, Hatta Tutuko, menjelaskan bahwa perusahaan telah berhasil beralih ke pemasok lokal untuk memenuhi kebutuhan produk. Penghapusan kode KBLI terkait industri alas kaki menunjukkan keseriusan Bata dalam menyesuaikan diri dengan operasional yang baru.

Guna menjaga kualitas dan daya saing, Bata menugaskan tim quality assurance (QA) untuk mengawasi seluruh produk dari pemasok lokal. Pembelian dilakukan melalui purchase order dengan prosedur standar, memastikan transparansi dan efisiensi.
Lalu, apa langkah selanjutnya? Bata akan mengoptimalkan gerai berdasarkan kinerja, melakukan renovasi toko untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, dan mengembangkan koleksi produk eksklusif. Efisiensi biaya juga menjadi fokus utama di seluruh lini bisnis.
Tak hanya itu, Bata juga berencana menjual aset properti yang tidak produktif untuk memperkuat fleksibilitas keuangan. Perusahaan juga akan memperkuat bisnis online melalui kemitraan strategis dengan platform e-commerce. Langkah ini diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan penjualan.
Dengan strategi baru ini, Bata berharap dapat tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan lanskap industri alas kaki.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar