Haluannews Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan angin segar terkait kondisi perbankan nasional di tengah gejolak ekonomi global. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyatakan bahwa kinerja perbankan Indonesia masih solid dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan, baik dari sisi penyaluran kredit maupun pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK).

Related Post
Mahendra menjelaskan, dalam konferensi pers KSSK yang digelar Senin (28/7/2025), bahwa pencapaian kinerja kredit dan pertumbuhan DPK berada dalam rentang yang tidak jauh berbeda dari target yang dipatok untuk sepanjang tahun 2025. Hal ini menunjukkan resiliensi sektor perbankan dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Lebih lanjut, Mahendra menyoroti potensi positif dari kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Menurutnya, kesepakatan ini membuka peluang yang lebih luas bagi lembaga jasa keuangan untuk meningkatkan fungsi intermediasi mereka, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
"Dalam diskusi mendalam mengenai kinerja masing-masing bank, hingga saat ini tidak ada bank yang mengajukan revisi terhadap rencana bisnis mereka untuk tahun 2025. Target pertumbuhan kredit yang ditetapkan sejak awal tahun, yaitu 9-11%, juga tetap dipertahankan," tegas Mahendra.
Pernyataan OJK ini menepis kekhawatiran sebelumnya yang diungkapkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terkait potensi perlambatan pertumbuhan tabungan masyarakat di industri perbankan. LPS sebelumnya memperkirakan hal ini akan terjadi sebagai respons terhadap penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan penurunan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS.
Meski demikian, OJK optimis bahwa sektor perbankan mampu menjaga momentum positifnya. Dengan fundamental yang kuat dan dukungan dari berbagai kebijakan pemerintah, perbankan Indonesia diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar