Haluannews Ekonomi – PT Bank Jago Tbk. (ARTO) berhasil menunjukkan kinerja finansial yang cemerlang sepanjang tahun 2025, membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp276 miliar. Angka ini merepresentasikan lonjakan impresif sebesar 115% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode sebelumnya, menandai pertumbuhan signifikan di tengah dinamika sektor perbankan digital.

Related Post
Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada Desember 2025, bank digital yang didukung oleh Jerry Ng ini mencatatkan pendapatan bunga yang melonjak 66,3% yoy, mencapai Rp3,41 triliun. Meskipun beban bunga juga mengalami peningkatan sebesar 90% yoy menjadi Rp947,54 miliar, Bank Jago tetap mampu mengamankan pendapatan bunga bersih sebesar Rp2,46 triliun. Pencapaian ini merupakan kenaikan substansial 58,74% yoy dari perolehan tahun 2024, menegaskan efektivitas strategi pengelolaan aset dan liabilitas perseroan.

Dalam fungsi intermediasi, Bank Jago secara agresif memperluas penyaluran kreditnya hingga mencapai Rp24,3 triliun, tumbuh 38% yoy dari posisi Rp17,7 triliun pada tahun sebelumnya. Yang lebih menggembirakan, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross berhasil dijaga pada level yang sangat rendah, yakni 0,6%. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata NPL perbankan nasional, menunjukkan kualitas aset yang prima dan manajemen risiko yang prudent.
Di sisi penghimpunan dana, total Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jago mencapai Rp25,9 triliun, juga mengalami pertumbuhan 38% yoy dari Rp18,8 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan DPK ini tidak terlepas dari ekspansi basis nasabah Bank Jago yang kini mencapai 18,2 juta, termasuk 14,2 juta nasabah funding yang aktif menggunakan Aplikasi Jago dan Jago Syariah. Jumlah nasabah ini bertambah hampir 3 juta dari 15,3 juta nasabah pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, dalam keterangan resminya pada Kamis (12/3/2026), menyoroti korelasi kuat antara pertumbuhan jumlah nasabah dan peningkatan DPK. "Kami melihat hubungan yang erat antara ekspansi nasabah dan kenaikan DPK. Ini mengindikasikan bahwa semakin banyak nasabah yang menaruh kepercayaan dan memanfaatkan produk serta layanan Bank Jago sebagai solusi integral dalam pengelolaan keuangan mereka," ujarnya.
Rasio kredit terhadap simpanan (Loan-to-Deposit Ratio/LDR) Bank Jago tercatat pada posisi 94%, menunjukkan efisiensi tinggi dalam pemanfaatan dana nasabah untuk penyaluran kredit. Sementara itu, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang mencapai 31,6% menegaskan posisi permodalan yang sangat kuat, memberikan bantalan yang kokoh untuk ekspansi bisnis di masa mendatang.
Secara keseluruhan, total aset Bank Jago per Desember 2025 mencapai Rp36,5 triliun, meningkat 28% yoy dari Rp28,5 triliun pada tahun 2024. Kinerja ini mengukuhkan posisi Bank Jago sebagai pemain kunci yang terus bertumbuh di industri perbankan digital Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar