Haluannews Ekonomi – Kisah inspiratif datang dari Richard Liu Qiangdong, seorang miliarder pendiri raksasa e-commerce JD.com, yang tak pernah melupakan akar dan kampung halamannya di pedesaan Tiongkok timur. Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2025, Liu kembali menunjukkan kemurahan hatinya dengan membagikan "angpao" mewah kepada penduduk Desa Guangming, Jiangsu, khususnya bagi mereka yang telah berusia 60 tahun ke atas.

Related Post
Setiap lansia di desa tersebut berhak menerima uang tunai sebesar 10.000 yuan, atau setara dengan sekitar Rp 24 juta. Tak hanya itu, setiap keluarga juga mendapatkan bingkisan berharga ribuan yuan yang berisi kebutuhan pokok seperti bahan makanan, pakaian, hingga peralatan rumah tangga. Aksi filantropi ini bukanlah hal baru; Liu telah menjadikannya tradisi tahunan menjelang Imlek sejak tahun 2016.

Motivasi di balik kedermawanan Liu berakar pada masa lalunya yang penuh perjuangan. Ia mengenang bagaimana warga desa pernah menyumbangkan 500 yuan dan 76 butir telur untuk membantunya membiayai pendidikan di universitas bergengsi di Beijing pada awal tahun 1990-an. Bantuan kecil namun berarti itulah yang menjadi "titik awal bagi saya untuk melangkah menuju dunia," kenang Liu suatu ketika.
Untuk memastikan distribusi hadiah berjalan tertib, komisi desa bahkan meminta warga menyerahkan fotokopi dokumen identitas mereka sebelumnya. Xu, seorang petani lokal, mengonfirmasi bahwa kedua orang tuanya yang berusia di atas 60 tahun berhak menerima total 20.000 yuan dari Liu. "Liu datang ke desa kami tahun lalu dan memberi kami jaket bulu serta beberapa makanan. Saya melihatnya dari dekat. Dia tampan dan gagah. Kami semua berterima kasih padanya," ujar Xu dengan bangga.
Seorang warga Desa Guangming lainnya, yang enggan disebutkan namanya, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya. Ia mengakui bahwa meskipun Liu tidak memiliki kewajiban untuk terus memberikan hadiah, kontribusinya terhadap desa sangat besar. "Uangnya juga diperoleh melalui kerja keras. Ada begitu banyak keluarga di desa ini. Dia telah memberikan kontribusi besar bagi desa ini. Kami tidak akan melupakannya dalam dekade mendatang," tuturnya.
Richard Liu, yang kini berusia 50 tahun, menghabiskan seluruh masa sekolah dasar dan menengahnya di daerah pedesaan. Ia hampir tidak pernah meninggalkan desanya sebelum diterima di Universitas Renmin China pada tahun 1992. Keluarganya yang sangat miskin membuatnya harus bergantung pada uluran tangan sesama penduduk desa untuk membiayai kuliahnya. Berdasarkan data dari Hurun Global Rich List yang dirilis pada April 2025, kekayaan bersih Liu mencapai 49,5 miliar yuan (sekitar US$6,8 miliar atau Rp114 triliun), menempatkannya di peringkat ke-427 dalam daftar taipan global. Kisah Richard Liu menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan finansial tidak harus melunturkan nilai-nilai luhur dan rasa syukur terhadap asal-usul.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar