Bakal Calon OJK Bocorkan Jurus Ampuh Genjot Kredit UMKM!

Bakal Calon OJK Bocorkan Jurus Ampuh Genjot Kredit UMKM!

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dicky Kartikoyono, mengemukakan strategi inovatif untuk mengatasi kelesuan penyaluran kredit perbankan ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI DPR RI, Rabu (11/3/2026), Dicky mengusulkan revitalisasi mekanisme sekuritisasi kredit sebagai pendorong utama pembiayaan UMKM.

COLLABMEDIANET

Dicky, yang sejak tahun 2023 menjabat Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), menyoroti instrumen lama bernama Surat Berharga Pasar Uang Khusus Kredit Usaha Kecil (SBPUKUK). Instrumen ini dulunya berfungsi mensekuritisasi kredit usaha kecil agar bisa diperdagangkan di pasar uang, dan menurutnya, model serupa perlu dimanfaatkan kembali untuk efisiensi dan pemerataan beban.

Bakal Calon OJK Bocorkan Jurus Ampuh Genjot Kredit UMKM!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Saat saya masih menjadi pengawas, ada SBPUKUK. Bank-bank yang fokus pada segmen ritel, setelah mencapai ambang batas tertentu, dapat mensekuritisasi sisa kreditnya dan menjualnya kepada bank-bank yang berorientasi korporasi atau wholesale. Ini sangat krusial," jelas Dicky di hadapan Komisi XI DPR RI, sebagaimana dikutip Haluannews.id.

Ia menjelaskan bahwa saat ini, ketentuan porsi kredit UMKM yang hanya flat 20% bagi setiap bank menyebabkan beban pembiayaan UMKM lebih banyak ditanggung oleh bank-bank ritel. Padahal, Dicky menegaskan, UMKM merupakan "mesin penggerak terpenting bagi pertumbuhan ekonomi nasional" yang seharusnya mendapatkan dukungan pembiayaan yang lebih merata dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Dicky juga menekankan pentingnya peran perbankan dalam menjalankan fungsi intermediasi. Menurutnya, pertumbuhan penyaluran kredit tidak cukup hanya dengan ketersediaan likuiditas, melainkan juga harus diimbangi dengan tumbuhnya permintaan kredit yang sehat dan berkelanjutan dari pelaku UMKM.

Untuk memperkuat sisi penawaran (supply) kredit, Dicky mengusulkan penguatan melalui konsep universal banking, sindikasi pembiayaan antarbank, serta pemanfaatan data UMKM yang komprehensif dan terintegrasi. "Kami melihat ini sebagai peluang besar yang harus kita dorong secara maksimal untuk menciptakan ekosistem pembiayaan UMKM yang lebih dinamis," pungkasnya.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar