Badai Jual Asing Hantam IHSG! Ini 5 Saham yang Wajib Dipantau

Badai Jual Asing Hantam IHSG! Ini 5 Saham yang Wajib Dipantau

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (13/2) dengan performa kurang menggembirakan, terkoreksi 0,64% menuju level 8.212,27. Pelemahan ini tak lepas dari tekanan jual masif investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp2,20 triliun di pasar reguler dan total Rp2,03 triliun di seluruh pasar.

COLLABMEDIANET

Di tengah gempuran aksi jual tersebut, beberapa saham komoditas dan energi justru mampu menjadi penopang pergerakan indeks, seperti BUMI, DEWA, dan ENRG yang membukukan kenaikan signifikan. Sebaliknya, saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) seperti BBCA, TLKM, dan BREN justru menjadi beban utama yang menyeret indeks ke zona merah.

Badai Jual Asing Hantam IHSG! Ini 5 Saham yang Wajib Dipantau
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Secara sektoral, mayoritas atau tujuh dari sebelas sektor ditutup di zona merah, dengan sektor infrastruktur mengalami penurunan paling dalam. Namun, sektor transportasi berhasil mencatatkan penguatan tertinggi, memberikan sedikit optimisme di tengah sentimen negatif. Arus keluar dana investor asing yang berkelanjutan sepanjang pekan terakhir masih menjadi bayang-bayang di pasar modal domestik, sejalan dengan pelemahan indeks ETF EIDO dan MSCI Indonesia.

Namun, ada secercah harapan dari sentimen global. S&P Dow Jones Indices mengonfirmasi akan melanjutkan rebalancing kuartalan saham Indonesia pada Maret, sesuai metodologi standar mereka. Lembaga penyedia indeks global ini juga menyatakan komitmennya untuk terus memantau perkembangan transparansi kepemilikan saham di pasar domestik. Sikap S&P ini dinilai lebih konstruktif dibandingkan pendekatan FTSE Russell sebelumnya. Keputusan S&P tersebut juga selaras dengan respons regulator dan pemerintah terhadap masukan dari MSCI, termasuk rencana peningkatan batas minimum free float menjadi 15% dan upaya perbaikan keterbukaan informasi kepemilikan saham. Dalam jangka pendek, langkah ini berpotensi memberikan sentimen positif tambahan bagi pergerakan IHSG.

Dari ranah emiten, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengumumkan rencana strategisnya untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Maret 2026. Agenda utama rapat krusial ini adalah meminta restu pemegang saham terkait usulan pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:25. Jika disetujui, jumlah saham beredar perseroan akan melonjak drastis dari sekitar 7,70 miliar menjadi 192,63 miliar lembar. Penting untuk dicatat bahwa aksi korporasi ini tidak akan mengubah nilai ekonomi maupun hak-hak pemegang saham. Perseroan telah menjadwalkan perdagangan terakhir saham dengan nilai nominal lama pada 6 April, sementara perdagangan saham dengan nominal baru direncanakan mulai 7 April.

Menyikapi dinamika pasar yang fluktuatif, tim analis InvestasKu telah merangkum beberapa rekomendasi saham yang patut dicermati investor hari ini:

  • ERAA
    • Buy 432-436 | TP 446-452 | SL 412
  • IATA
    • Buy 81-83 | TP 86-89 | SL 77
  • PADI
    • Buy 124-127 | TP 132-137 | SL 118
  • RMKE
    • Buy 4320-4360 | TP 4460-4660 | SL 4120
  • DEWA
    • Buy 605-615 | TP 635-670 | SL 575

Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar