Badai Geopolitik Hantam Pasar! Rupiah Nyaris 17 Ribu, IHSG KO

Haluannews Ekonomi – Pasar keuangan Indonesia dilanda tekanan hebat pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026, menyusul ketidakpastian yang masih menyelimuti konflik di Iran. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa menutup sesi di zona merah, melemah ke level 7.048. Sementara itu, nilai tukar Rupiah menunjukkan pelemahan signifikan, anjlok hingga menyentuh Rp 16.990 per Dolar Amerika Serikat, mendekati level psikologis krusial.

COLLABMEDIANET

Sentimen negatif global, yang didominasi oleh kekhawatiran akan eskalasi atau berlarut-larutnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, memicu aksi jual masif di pasar aset berisiko. Investor cenderung mengalihkan dananya ke aset yang lebih aman (safe haven), menyebabkan arus modal keluar dari pasar berkembang seperti Indonesia. Kondisi ini secara langsung menekan kinerja pasar saham dan mata uang domestik.

Badai Geopolitik Hantam Pasar! Rupiah Nyaris 17 Ribu, IHSG KO
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Penutupan IHSG di bawah level 7.050 mengindikasikan tekanan jual yang kuat sepanjang hari, mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek ekonomi global yang terancam oleh instabilitas regional. Di sisi lain, anjloknya Rupiah hingga nyaris menyentuh Rp 17.000 per Dolar AS menjadi alarm bagi stabilitas makroekonomi, berpotensi memicu kenaikan harga impor dan inflasi jika pelemahan terus berlanjut.

Berbagai dinamika dan sentimen yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan Tanah Air ini menjadi sorotan utama dalam diskusi mendalam di program Closing Bell Haluannews.id. Para analis dan pengamat pasar menyoroti bahwa selama konflik di Iran belum menemukan titik terang, volatilitas dan tekanan terhadap aset-aset berisiko, termasuk IHSG dan Rupiah, diperkirakan akan terus membayangi. Pelaku pasar dihimbau untuk tetap waspada dan mencermati setiap perkembangan geopolitik serta data ekonomi makro yang dirilis.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar