Badai Geopolitik Hantam Pasar Global: Minyak Meroket, Bursa Asia Berdarah!

Badai Geopolitik Hantam Pasar Global: Minyak Meroket, Bursa Asia Berdarah!

Haluannews Ekonomi – Indeks-indeks utama di kawasan Asia-Pasifik mencatat koreksi tajam pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026, menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Sentimen pasar global terpukul parah setelah beredar kabar mengenai meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang memicu gelombang kekhawatiran akan stabilitas geopolitik dan pasokan energi dunia.

COLLABMEDIANET

Situasi tegang ini semakin diperparah oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Minggu sebelumnya, yang menegaskan bahwa operasi tempur di Iran akan terus berlanjut pasca tewasnya tiga personel militer AS. Pernyataan tersebut sontak memperburuk prospek ekonomi global, mendorong investor untuk secara masif beralih ke aset-aset yang dianggap lebih aman atau safe haven.

Badai Geopolitik Hantam Pasar Global: Minyak Meroket, Bursa Asia Berdarah!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dampak langsung terlihat jelas pada pasar komoditas. Harga minyak mentah melonjak lebih dari 8%, dengan kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di level US$72,52 per barel, sementara Brent mencapai US$79,04 per barel. Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran pasar akan potensi gangguan serius pada jalur pasokan energi global dari kawasan Timur Tengah. Tak hanya minyak, emas sebagai aset lindung nilai juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 2,3%, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian yang menyelimuti pasar keuangan.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 anjlok hampir 2% pada pembukaan perdagangan, diikuti oleh penurunan 2,1% pada indeks TOPIX. Namun, di tengah gejolak ini, saham-saham perusahaan pertahanan seperti Mitsubishi Heavy Industries, Kawasaki Heavy Industries, dan IHI Corporation justru mencatatkan penguatan lebih dari 1%, mengindikasikan antisipasi pasar terhadap peningkatan belanja militer. Sementara itu, di Australia, indeks S&P/ASX 200 terkoreksi 0,38% pada awal sesi. Kontrak berjangka Hang Seng Index di Hong Kong juga menunjukkan pelemahan, berada di level 26.465, lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 26.630,54. Pasar saham Korea Selatan sendiri ditutup karena libur nasional.

Gelombang pesimisme juga merambat ke pasar berjangka Amerika Serikat. Kontrak berjangka indeks saham utama menunjukkan pelemahan signifikan, dengan futures Dow Jones Industrial Average turun sekitar 517 poin atau sekitar 1%. Indeks S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing juga merosot sekitar 1% dan sedikit lebih dari 1%, mengindikasikan potensi pembukaan pasar yang negatif di Wall Street. Ketidakpastian geopolitik ini diperkirakan akan terus membayangi pergerakan pasar dalam beberapa waktu ke depan, menuntut kewaspadaan ekstra dari para pelaku pasar.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar