Badai Geopolitik Guncang Garmen RI, TRIS Bidik Pasar Elit & Afrika!

Badai Geopolitik Guncang Garmen RI, TRIS Bidik Pasar Elit & Afrika!

Haluannews Ekonomi – Industri garmen dan tekstil nasional tengah menghadapi turbulensi signifikan akibat gejolak geopolitik global. Direktur PT Trisula International Tbk (TRIS), Kevin Oen, mengungkapkan bahwa bayang-bayang konflik seperti perang Iran versus Amerika Serikat dan dinamika di Timur Tengah, hingga isu tarif resiprokal AS, menjadi sentimen negatif yang turut memengaruhi sektor manufaktur garmen, tekstil, dan perdagangan ritel pakaian jadi di Indonesia.

COLLABMEDIANET

Menanggapi ketidakpastian ini, TRIS tidak tinggal diam. Perusahaan berfokus pada penguatan fondasi operasionalnya, mulai dari memenuhi kewajiban terhadap para pemangku kepentingan hingga memperkuat produksi dengan bahan baku berkelanjutan. Selain itu, ekspansi pasar juga menjadi pilar strategi utama untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Badai Geopolitik Guncang Garmen RI, TRIS Bidik Pasar Elit & Afrika!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kevin Oen menjelaskan bahwa efek dan tantangan dari gejolak ekonomi dan geopolitik global sejauh ini masih dapat diatasi oleh industri. Untuk tahun 2026, TRIS tetap memprioritaskan pasar ekspor utama seperti Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, Jepang, dan Eropa. Namun, yang menarik, perusahaan juga tengah bersiap untuk merambah pasar baru di benua Afrika, menunjukkan ambisi diversifikasi pasar yang agresif.

Di kancah domestik, kinerja TRIS melalui anak usahanya masih mencatatkan hasil yang positif. Kunci keberhasilan ini terletak pada fokus perusahaan terhadap segmen pasar menengah ke atas (medium-high). Strategi ini terbukti efektif karena segmen pasar tersebut cenderung memiliki daya beli yang lebih stabil dan permintaan yang kuat di dalam negeri, memberikan bantalan di tengah ketidakpastian global.

Sejumlah pertanyaan strategis turut menjadi agenda penting bagi TRIS. Bagaimana dampak kebijakan tarif bea masuk 0% bagi produk tekstil Indonesia ke pasar ekspor? Serta, bagaimana TRIS akan menjaga daya saing di pasar global, terutama dengan masuknya produk pakaian bekas cacahan (shredded worn clothing) dari Amerika Serikat? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi bagian dari diskusi mendalam yang diungkapkan Kevin Oen kepada Haluannews.id, menggarisbawahi kompleksitas tantangan yang harus dihadapi industri.

Melalui kombinasi strategi adaptif, penguatan produksi, dan diversifikasi pasar, TRIS berupaya menavigasi tantangan global sekaligus mengukuhkan posisinya baik di pasar domestik maupun internasional.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar