Skandal Goreng Saham SWAT: Bos Besar & 3 Lainnya Resmi Diserahkan OJK! Eka Darmawan 17-02-2026 - 21.00 Haluannews Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menuntaskan proses hukum tahap lanjutan dalam kasus
IHSG Melesat! Analis Haluannews Ungkap Peluang Emas Saham Bank! Eka Darmawan 17-02-2026 - 17.00 Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang menggembirakan pada perdagangan Rabu, 11 Februari
Rupiah KO! Dolar AS Berjaya di Rp16.810, Pasar Global Bergejolak Eka Darmawan 17-02-2026 - 13.45 Haluannews Ekonomi – Mata uang Garuda, Rupiah, terpaksa mengakui keunggulan Dolar Amerika Serikat (AS) pada
Gebrak Pasar Asia, SGER Kantongi Rp1,2 T dari Bangladesh Eka Darmawan 17-02-2026 - 13.30 Haluannews Ekonomi – PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) berhasil mencatatkan tonggak penting dalam strategi
Haluannews Ekonomi – Sektor asuransi, sebagai salah satu pilar penting dalam stabilitas keuangan, secara fundamental dibangun di atas prinsip keseimbangan antara aset dan kewajiban. Indikator kuantitatif utama yang selama ini menjadi tolok ukur adalah Risk Based Capital (RBC), yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam membayar klaim. Namun, pandangan bahwa RBC saja tidak cukup untuk mengukur kesehatan sejati sebuah perusahaan asuransi semakin menguat. Achmad Sudiyar Dalimunthe, Direktur Utama PT. Asuransi Asei Indonesia, mewakili suara pelaku usaha, menegaskan bahwa evaluasi komprehensif harus melampaui RBC, dengan menyoroti dua aspek krusial lainnya: likuiditas dan kombinasi rasio. Pernyataan ini disampaikannya dalam RDPU Panja RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Jasa Keuangan (PPSK) di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (12/2/2026), sebagaimana dilansir Haluannews.id. Eka Darmawan 17-02-2026 - 13.15 "Bukan cuma sekedar RBC, tetapi likuiditas perlu. Karena harus ada dana yang cukup saat klaim