Haluannews Ekonomi – Holding Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR), menunjukkan minat serius untuk merambah bisnis pusat data (data center) yang tengah naik daun. Melalui anak usahanya, PT Multi Kontrol Nusantara (MKN), BNBR bahkan telah mengakuisisi lahan strategis di Kalideres, Jakarta Barat, untuk membangun fasilitas data center di dalam kota. Direktur Utama BNBR, Anindya Bakrie, menegaskan komitmen grup terhadap sektor infrastruktur digital ini.

Related Post
Anindya menjelaskan bahwa lanskap infrastruktur teknologi informasi (IT) telah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya fokus pada tiang telekomunikasi dan serat optik, kini pusat perhatian beralih ke data center sebagai tulang punggung utama. "MKN bersama anggota grup lainnya telah mengkaji lokasi yang tepat di DKI Jakarta untuk pengembangan data center," ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) baru-baru ini, seperti dikutip Haluannews.id.

Pria yang akrab disapa Anin ini menambahkan, dua komponen krusial dalam pembangunan data center adalah ketersediaan lahan dan pasokan listrik yang stabil. Ia menekankan bahwa pasokan energi listrik merupakan salah satu keunggulan kompetitif yang dimiliki Grup Bakrie.
Namun, Anin menegaskan bahwa proyek pusat data ini baru akan direalisasikan setelah BNBR berhasil menggandeng mitra strategis yang memiliki keahlian mendalam di bidang data center. "Kami hanya akan melangkah jika mendapatkan mitra yang tepat dan mengerti seluk-beluk bisnis ini," tegasnya. Mengenai identitas calon mitra, Anin masih merahasiakannya. "Tunggu tanggal mainnya nanti," imbuhnya sambil tersenyum.
Untuk tahun ini, BNBR berencana untuk memperdalam dan mengoptimalkan lini bisnis yang sudah ada. Di sektor minyak dan gas (migas), terdapat potensi besar seiring upaya pemerintah meningkatkan lifting migas nasional.
Sementara itu, di lini non-migas, Anin menyebut bahwa peningkatan infrastruktur migas oleh pemerintah juga membuka pangsa pasar baru bagi BNBR, seperti proyek pipa gas dan manufaktur kendaraan listrik (EV) yang dijalankan oleh PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR). Selain itu, BNBR juga memperkenalkan bisnis baru, yaitu pencetakan 3D (3D printing) melalui PT Modula Sustainability Indonesia. Bisnis ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam penyediaan 3 juta rumah.
"Kami melihat pemerintah sangat gencar dalam program 3 juta rumah setiap tahunnya. Dengan 3D printing, jika sesuai harapan, ini bisa menjadi solusi yang efisien dan cepat," pungkas Anindya Bakrie.
Editor: Rohman








Tinggalkan komentar