Ancaman ‘Zaman Batu’ Trump Guncang Pasar, IHSG Terjun Bebas!

Ancaman 'Zaman Batu' Trump Guncang Pasar, IHSG Terjun Bebas!

Haluannews Ekonomi – Pasar keuangan global kembali dilanda kepanikan hebat menyusul pernyataan agresif Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kelanjutan operasi militer di Iran. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tak luput dari imbasnya, langsung anjlok signifikan pada perdagangan Kamis (2/4/2026) pagi, seiring dengan "kebakaran" di bursa-bursa utama Asia.

COLLABMEDIANET

Pada pukul 09.15 WIB, IHSG tercatat melemah 0,79% ke level 7.127,87. Data Haluannews.id menunjukkan, dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 369 saham mengalami penurunan, sementara 223 saham menguat, dan 366 saham stagnan. Nilai transaksi harian mencapai Rp 2,45 triliun, melibatkan perputaran 4,56 miliar saham dalam 308.300 kali transaksi. Akibatnya, kapitalisasi pasar kembali menyusut menjadi Rp 12.529 triliun.

Ancaman 'Zaman Batu' Trump Guncang Pasar, IHSG Terjun Bebas!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kondisi serupa juga melanda pasar saham regional. Setelah sempat menunjukkan sinyal positif di awal pembukaan, bursa-bursa Asia seketika berbalik arah dan jatuh ke zona merah pasca pidato Trump. Indeks Kospi Korea Selatan anjlok tajam 2,85%, Nikkei Jepang merosot 1,4%, dan Hang Seng Hong Kong juga tertekan 0,86%.

Pemicu utama gejolak ini adalah pidato Presiden Trump di Gedung Putih pada Rabu (1/4/2026) malam waktu setempat. Trump menegaskan bahwa operasi militer AS bertajuk "Epic Fury" terhadap Iran akan terus berlanjut hingga seluruh tujuan strategis tercapai. Ia bahkan mengancam akan melancarkan serangan "sangat keras" dalam dua hingga tiga minggu ke depan yang akan membawa Iran "kembali ke zaman batu."

Meskipun Trump menyatakan perubahan rezim bukan tujuan utama, ia memperingatkan kesiapan AS untuk menyerang infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik, jika kesepakatan tidak tercapai. Menariknya, fasilitas minyak Iran belum menjadi target, meski diakui sebagai sasaran termudah. Trump juga mengklaim pertahanan udara Iran telah lumpuh dan fasilitas nuklirnya yang dihantam bomber B-2 mengalami kerusakan parah.

Sejalan dengan ketegangan geopolitik ini, harga minyak mentah global kembali melonjak. Data Refinitiv pukul 09.17 WIB mencatat harga Brent melesat lebih dari 4% menjadi US$105,61 per barel. Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) juga naik signifikan 3,95% ke level US$97,44 per barel.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar