Ancaman Perang Timur Tengah: Inflasi RI Melambat, Tapi Pasar Waspada!

Ancaman Perang Timur Tengah: Inflasi RI Melambat, Tapi Pasar Waspada!

Haluannews Ekonomi – Di tengah gelombang ketidakpastian global yang masih membayangi, perekonomian Indonesia justru menunjukkan fenomena menarik. Data inflasi Maret 2026, yang bertepatan dengan puncak periode Ramadan dan Lebaran, tercatat melambat signifikan menjadi 3,45% secara tahunan (yoy), turun dari 4,76% (yoy) pada tahun 2025.

COLLABMEDIANET

Chief Investment Officer Sinarmas Asset Management, Genta Wira Anjalu, menyoroti catatan inflasi ini sebagai indikator yang cukup konstruktif. Namun, ia tak menampik perlunya kewaspadaan tinggi. "Tekanan imbas konflik di Timur Tengah masih sangat besar," ujarnya. Anjalu memperingatkan, jika lonjakan harga minyak global tidak mampu ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan memaksa pemerintah melakukan penyesuaian harga energi domestik, maka potensi lonjakan inflasi yang signifikan tak terhindarkan.

Ancaman Perang Timur Tengah: Inflasi RI Melambat, Tapi Pasar Waspada!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Para pelaku pasar global saat ini tengah mencermati dengan seksama eskalasi konflik di Timur Tengah, yang dalam beberapa analisis pasar disebut-sebut dipicu oleh kebijakan Presiden Donald Trump. Gejolak geopolitik ini diproyeksikan akan berdampak domino pada empat pilar utama pasar keuangan. Pertama, pergerakan harga minyak mentah dunia yang menjadi barometer biaya produksi dan logistik. Kedua, dinamika harga komoditas safe haven seperti emas, yang kerap menjadi pilihan investor di kala ketidakpastian. Ketiga, fluktuasi aset berisiko tinggi seperti Bitcoin, yang sensitif terhadap sentimen pasar. Lebih lanjut, Genta Wira Anjalu juga menekankan bahwa perkembangan geopolitik ini akan turut memengaruhi nilai tukar mata uang, arah kebijakan suku bunga, hingga performa pasar saham global.

Untuk analisis lebih mendalam mengenai bagaimana pelaku pasar menyikapi dampak perkembangan geopolitik global terhadap nilai tukar, suku bunga, dan pasar saham, ulasan lengkap Shafinaz Nachiar bersama Chief Investment Officer Sinarmas Asset Management, Genta Wira Anjalu, dapat disimak dalam program Power Lunch Haluannews.id pada Kamis, 02 April 2026.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar