Ancaman Keras Trump Guncang Pasar Global, IHSG Terjun Bebas!

Ancaman Keras Trump Guncang Pasar Global, IHSG Terjun Bebas!

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok tajam pada penutupan sesi pertama perdagangan Kamis (2/4/2026), di tengah lonjakan kembali sentimen kekhawatiran di kalangan pelaku pasar global. Retorika agresif dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai konflik di Iran menjadi pemicu utama koreksi signifikan ini.

COLLABMEDIANET

Pada jeda makan siang, IHSG ditutup pada level 7.094,53, anjlok 89,91 poin atau setara dengan 1,25%. Mayoritas saham, yakni 463 emiten, mencatatkan penurunan, berbanding 234 saham yang menguat, dan 261 lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan mencatat nilai transaksi sebesar Rp 6,88 triliun, melibatkan 13,33 miliar saham dalam 1,02 juta kali transaksi. Akibatnya, kapitalisasi pasar kembali tergerus, menyentuh angka Rp 12.461 triliun.

Ancaman Keras Trump Guncang Pasar Global, IHSG Terjun Bebas!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Mengutip data Refinitiv, sektor utilitas, bahan baku, dan teknologi menjadi sektor dengan kinerja terburuk, masing-masing ambles 5,98%, 3,29%, dan 2,55%. Beberapa saham emiten raksasa turut berperan signifikan dalam menekan laju indeks. Saham Barito Renewables Energy (BREN) milik konglomerat Prajogo Pangestu menjadi pemberat utama dengan sumbangsih -13,84 poin, setelah terkoreksi 6,82% ke level Rp 5.125. Disusul oleh saham DCI Indonesia (DCII) milik Toto Sugiri dan Amman Mineral Internasional (AMMN) milik Agus Projo dan Salim, yang masing-masing berkontribusi -7,81 poin dan -7,75 poin terhadap pelemahan IHSG.

Penurunan drastis hari ini berbanding terbalik dengan performa sehari sebelumnya, di mana IHSG sempat menguat hampir 2%. Optimisme sempat merekah menyusul meredanya ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Namun, harapan tersebut sirna setelah Presiden Trump kembali melontarkan pernyataan keras.

Dalam pidato kenegaraannya di Gedung Putih pada Rabu (1/4/2026) malam waktu setempat, Trump menegaskan kelanjutan operasi "Epic Fury" di Iran hingga seluruh tujuan strategis tercapai. Ia bahkan mengisyaratkan serangan pamungkas yang tak terhindarkan. Trump menyebutkan bahwa dalam dua hingga tiga minggu mendatang, AS akan melancarkan serangan "sangat keras" yang diperkirakan akan menimbulkan dampak masif terhadap Iran. "Kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu," ujarnya, menggarisbawahi tekad AS.

Meskipun perubahan rezim bukan tujuan utama yang dicanangkan, Trump mengakui banyak pemimpin Iran telah tewas selama konflik berlangsung. Ia juga memperingatkan bahwa jika kesepakatan tidak tercapai dalam waktu dekat, AS tidak akan ragu menargetkan infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik, secara serentak. Namun, fasilitas minyak Iran, meskipun menjadi sasaran termudah, belum masuk dalam daftar target.

Trump juga mengklaim sistem pertahanan udara Iran telah lumpuh total. "Mereka tidak punya pertahanan udara. Radar mereka hancur. Kita tak terhentikan," tegasnya. Ia menyoroti kerusakan parah pada fasilitas nuklir Iran yang sebelumnya dihantam bomber B-2, memperkirakan butuh berbulan-bulan sebelum area tersebut dapat didekati kembali. AS, lanjutnya, siap menyerang lagi jika Iran mencoba memulihkan programnya. "Kami memegang semua ‘kartu’," pungkas Trump.

Pernyataan Trump ini sontak memicu gejolak di pasar komoditas dan bursa global. Harga minyak mentah kembali melonjak tajam; Brent tercatat di US$105,61 per barel, naik lebih dari 4%, sementara West Texas Intermediate (WTI) melesat 3,95% menjadi US$97,44 per barel.

Pasar saham di kawasan Asia turut terjerembab. Indeks Kospi di Korea Selatan anjlok 4,14%, Nikkei di Jepang merosot 2,4%, Hang Seng di Hong Kong turun 1,42%, dan ASX200 di Australia terkoreksi 1,06%. Sentimen negatif akibat ketidakpastian geopolitik yang kembali memanas ini mendominasi pergerakan pasar, mendorong investor menjauhi aset berisiko.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar