AMAR Blak-blakan: Pemilik Manfaat Akhir Bank Digital Tolaram Terkuak!

AMAR Blak-blakan: Pemilik Manfaat Akhir Bank Digital Tolaram Terkuak!

Haluannews Ekonomi – PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) akhirnya membuka tabir mengenai identitas para pemegang manfaat akhir atau ultimate beneficial owners (UBO) perseroan. Keterbukaan informasi ini merupakan respons terhadap surat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 4 Februari 2026, yang menyoroti pengungkapan UBO dalam Laporan Formulir E009 AMAR.

COLLABMEDIANET

Elsa Enda Dwita Purba, Sekretaris Perusahaan AMAR, menegaskan bahwa struktur UBO perusahaan telah dijelaskan secara transparan dan menyeluruh sejak proses Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dilaksanakan. Menurutnya, tidak ada perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan manfaat tersebut hingga saat ini.

AMAR Blak-blakan: Pemilik Manfaat Akhir Bank Digital Tolaram Terkuak!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Berdasarkan dokumen Prospektus Perseroan yang telah disahkan selama proses IPO, UBO utama AMAR diidentifikasi sebagai Tolaram Family Trust. Entitas ini merupakan sebuah lembaga perwalian yang didirikan berdasarkan yurisdiksi hukum Jersey, dan secara tidak langsung menguasai 100% saham pada Tolaram, induk dari Bank Amar.

Lebih lanjut, individu dan entitas yang menjadi penerima manfaat dari Tolaram Family Trust, dengan porsi kepemilikan manfaat di atas 5%, meliputi Mohan K Vaswani, Vishamkar Tikamdas Adnani, Sajen Aswani, Harkishin Ghanshamdas Aswani, Narinder Kumar Ghanshamdas Aswani, serta Ishk Tolaram Foundation Ltd.

"Data mengenai kepemilikan ini telah dapat diakses publik sejak awal proses IPO dan tercantum jelas dalam Prospektus Perseroan, khususnya pada bagian XVII mengenai Pendapat dari segi Hukum di halaman 6, serta ilustrasi struktur kepemilikan saham di halaman 71," jelas Elsa dalam pernyataan resmi yang dikutip Haluannews.id pada Kamis (12/2/2026).

Elsa juga memaparkan bahwa struktur kepemilikan manfaat tersebut didukung oleh serangkaian dokumen valid yang telah diserahkan kepada regulator terkait. Dokumen-dokumen tersebut mencakup Trustee Declaration tertanggal 7 Oktober 2019 yang merinci identitas para penerima manfaat, Surat Pernyataan Perseroan tertanggal 9 Desember 2019, serta Prospektus IPO Perseroan yang telah dipublikasikan.

"AMAR berkomitmen penuh untuk selalu mematuhi seluruh regulasi dan perundang-undangan yang berlaku. Kami siap melakukan penyempurnaan atau penyesuaian terkait penyampaian Formulir E009 sesuai arahan Bursa, dengan tetap berpegang pada informasi beneficial ownership yang telah kami sampaikan kepada publik," pungkas Elsa, menegaskan komitmen perusahaan terhadap tata kelola yang baik.

Menilik sejarahnya dari situs resmi, Tolaram Group merupakan konglomerasi yang didirikan oleh Khanchand Vaswani. Ia adalah putra bungsu dari Seth Tolaram, seorang dokter yang berasal dari Sindh, wilayah yang dulunya bagian dari British India dan kini masuk yurisdiksi Pakistan.

Khanchand beserta keluarganya hijrah ke Indonesia pada tahun 1948 sebagai pengungsi. Melalui kerja keras dan ketekunan, mereka berhasil membangun bisnis ritel tekstil di Malang. Pada dekade 1970-an, setelah estafet kepemimpinan beralih ke generasi berikutnya, perusahaan mulai ekspansi internasional dan memindahkan kantor pusatnya ke Singapura pada tahun 1975.

Dalam kurun waktu beberapa dekade, Tolaram Group tumbuh pesat, merambah ke 18 negara di berbagai benua, termasuk pasar-pasar strategis di Afrika, Eropa, Amerika Serikat, dan sejumlah wilayah di Asia.

Kini, seiring Tolaram merayakan lebih dari tujuh dekade perjalanannya, ekspansi bisnisnya terus berlanjut melalui inisiatif kemitraan dan penetrasi pasar baru. Konglomerasi ini memiliki tiga pilar bisnis utama: barang konsumsi, layanan teknologi finansial (fintech), serta sektor infrastruktur dan industri.

Mayoritas operasional di segmen barang konsumsi, serta bisnis di sektor infrastruktur dan industri, sebagian besar terkonsentrasi di pasar Afrika. Khusus untuk divisi fintech, Tolaram secara strategis membidik pasar negara berkembang. Saat ini, tiga entitas fintech mereka beroperasi di Indonesia, sementara satu lainnya telah merambah pasar Brasil.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar