Alarm Merah Pasar Modal! IHSG Terjun Bebas, Ada ‘Kartu’ Trump di Balik Ini?

Alarm Merah Pasar Modal! IHSG Terjun Bebas, Ada 'Kartu' Trump di Balik Ini?

Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia dilanda sentimen negatif yang mendalam menjelang libur panjang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 2,19% atau setara 157,66 poin, parkir di level 7.026,78. Tekanan jual masif ini, yang telah terasa sejak pembukaan perdagangan, dipicu oleh kekhawatiran geopolitik global setelah pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai konflik dengan Iran.

COLLABMEDIANET

Data dari Refinitiv yang dihimpun Haluannews.id menunjukkan, mayoritas saham mengalami pelemahan signifikan. Sebanyak 558 saham tercatat turun, sementara hanya 184 saham yang berhasil menguat, dan 216 saham stagnan. Nilai transaksi harian mencapai Rp 12,76 triliun, melibatkan 23,93 miliar saham dalam 1,77 juta kali transaksi. Imbasnya, kapitalisasi pasar ikut tergerus hingga Rp 12.305 triliun. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di rentang 7.019,23 hingga 7.161,8, dan terus berada di zona merah.

Alarm Merah Pasar Modal! IHSG Terjun Bebas, Ada 'Kartu' Trump di Balik Ini?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sektor utilitas menjadi yang paling terpukul dengan anjlok 10,53%, disusul sektor bahan baku yang merosot 5,68%, dan teknologi turun 2,75%. Penurunan signifikan di sektor utilitas tak lepas dari ambruknya saham Barito Renewables Energy (BREN) sebesar 12,73% ke level Rp 4.800, menyumbang -25,83 poin terhadap pelemahan IHSG. Emiten Prajogo Pangestu lainnya, seperti Barito Pacific (BRPT) dan Chandra Asri Pacific (TPIA), juga masuk daftar top laggards dengan kontribusi masing-masing -10,13 poin dan -8,48 poin.

Pemicu utama sentimen negatif ini adalah pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump mengenai konflik dengan Iran yang disampaikan sebelum pasar dibuka. Dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu (1/4/2026) malam waktu setempat, Trump menegaskan bahwa operasi "Epic Fury" di Iran akan terus berlanjut hingga seluruh tujuan strategis tercapai. Ia bahkan mengancam akan melancarkan serangan "sangat keras" dalam dua hingga tiga minggu ke depan, yang disebutnya akan membawa Iran "kembali ke zaman batu".

Trump juga mengklaim bahwa perubahan rezim bukanlah tujuan utama, namun mengakui banyak pemimpin Iran telah tewas selama konflik berlangsung. Ia memperingatkan kesiapan AS untuk menyerang infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik, secara bersamaan jika kesepakatan tidak tercapai dalam waktu dekat. Menariknya, fasilitas minyak Iran belum menjadi target, meskipun dianggap sebagai sasaran termudah untuk dihancurkan.

Lebih lanjut, Trump sesumbar bahwa kemampuan pertahanan udara Iran telah lumpuh, dengan radar mereka hancur, membuat AS "tak terhentikan". Ia juga menyoroti kerusakan parah pada fasilitas nuklir Iran akibat serangan bomber B-2, yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk didekati kembali. Trump menegaskan AS akan menyerang lagi jika Iran mencoba memulihkan programnya. "Kami memegang semua ‘kartu’," tegas Trump.

Dampak langsung dari pidato Trump ini terasa di pasar komoditas dan bursa global. Harga minyak mentah melonjak signifikan; Brent naik 7,65% menjadi US$108,89 per barel, dan West Texas Intermediate (WTI) melesat 7,71% ke US$107,86 per barel. Bursa-bursa utama Asia juga ikut merana, dengan Indeks Kospi Korea anjlok 4,47%, Nikkei Jepang merosot 2,38%, Hang Seng Hong Kong turun 0,7%, dan ASX200 Australia -1,06%. Kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah tampaknya menjadi bayang-bayang kelabu bagi investor global.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar