Haluannews Ekonomi – Jakarta – Dinamika ekonomi dan geopolitik global yang bergejolak terus menjadi sorotan utama, menciptakan turbulensi signifikan pada pergerakan harga komoditas dunia. Komoditas timah, yang kini diperdagangkan di kisaran USD 46.000 per metrik ton, turut merasakan dampaknya. Namun, di tengah ketidakpastian ini, PT Timah Tbk (TINS) justru mampu membalikkan keadaan menjadi peluang emas. Menurut Direktur Produksi & Komersial TINS, Ilhamsyah Mahendra, volatilitas pasar yang terjadi saat ini justru membawa harga timah pada level positif yang menguntungkan. Pernyataan ini disampaikan Ilhamsyah dalam dialog eksklusif bersama Shafinaz Nachiar di program Closing Bell Haluannews.id, Rabu (25/02/2026).

Related Post
Lonjakan harga timah ini, yang didorong oleh peningkatan masif permintaan untuk sektor semikonduktor, Artificial Intelligence (AI), dan pusat data (data center), telah menjadi katalis utama bagi kinerja TINS. Perusahaan pelat merah ini berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih di atas 100% dari target yang ditetapkan, sebuah pencapaian luar biasa di tengah lanskap ekonomi global yang menantang. TINS secara sigap memanfaatkan momentum kenaikan harga ini dengan mengerek volume penjualan secara signifikan.

Namun, kesuksesan TINS tidak hanya bertumpu pada faktor eksternal. Perusahaan juga gencar memperkuat fondasi operasionalnya. Ini mencakup peningkatan produktivitas alat berat penambangan, penguatan sinergi antar unit bisnis, serta menjaga kualitas ingot timah pada standar tertinggi. Langkah strategis ini krusial untuk menjaga daya saing timah Indonesia di pasar global, terutama dalam menghadapi rivalitas ketat dari produsen besar seperti China dan Myanmar.
Dengan visi jangka panjang, TINS kini tengah menyusun strategi komprehensif untuk terus mendorong penjualan dan meningkatkan kinerja bisnis hingga tahun 2026. Komitmen ini menunjukkan keseriusan TINS dalam mempertahankan posisinya sebagai pemain kunci di industri timah dunia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar