5 Miliarder Kripto: Siapa Raja Baru Dunia Digital?

5 Miliarder Kripto: Siapa Raja Baru Dunia Digital?

Haluannews Ekonomi – Dunia kripto, yang bergejolak namun menjanjikan, telah menciptakan deretan miliarder baru. Lonjakan harga aset digital dan popularitasnya dalam beberapa tahun terakhir telah melahirkan para taipan yang kekayaannya fantastis. Haluannews.id merangkum lima tokoh terkaya di jagat kripto versi Yahoo Finance, berikut profilnya:

COLLABMEDIANET
    5 Miliarder Kripto: Siapa Raja Baru Dunia Digital?
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id
  1. Changpeng Zhao (CZ): US$45 miliar (Rp 731 triliun). Pendiri dan mantan CEO Binance, bursa kripto terbesar dunia, CZ memulai karier sebagai pengembang perangkat lunak. Pertemuannya dengan CEO BTCC pada 2013 mengubah hidupnya. Ia menjual apartemen untuk membeli Bitcoin, yang kemudian meroket. Binance, yang didirikannya pada 2017, meraup untung besar dalam waktu singkat. Meski mundur dari jabatan CEO pada 2023, Forbes memperkirakan CZ masih menguasai 90% saham Binance yang kini memiliki 250 juta pengguna.

  2. Brian Armstrong: US$15 miliar (Rp 243,67 triliun). CEO Coinbase, platform kripto yang melantai di Nasdaq pada 2021, Armstrong awalnya adalah insinyur perangkat lunak di Airbnb. Inspirasinya membangun Coinbase muncul dari kesulitan mengirim uang ke Amerika Selatan. Per April 2025, ia diperkirakan menguasai sekitar 13% saham Coinbase.

  3. Cameron & Tyler Winklevoss: US$13,7 miliar (Rp 243,67 triliun). Kembar Winklevoss, yang terkenal karena sengketa hukum dengan Mark Zuckerberg, menginvestasikan US$11 juta dari hasil penyelesaian kasus tersebut ke Bitcoin pada 2012. Mereka menjadi miliarder Bitcoin pertama pada 2017 dan mendirikan bursa kripto Gemini. Keduanya diyakini masih memegang mayoritas saham Gemini dan dikenal sebagai pendukung regulasi kripto yang ketat.

  4. Giancarlo Devasini: US$11,5 miliar (Rp 186,8 triliun). Mantan dokter bedah plastik asal Italia ini beralih ke industri teknologi dan bergabung dengan Bitfinex sebagai CFO. Ia mendirikan Tether pada 2014 dan menjadi ketuanya pada Maret 2025. Forbes memperkirakan Devasini memiliki sekitar 47% saham Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia.

  5. Michael Saylor: US$8,3 miliar (Rp 134,83 triliun). Pendiri dan mantan CEO MicroStrategy (kini Strategy), Saylor dikenal karena strategi perusahaan yang berinvestasi besar-besaran di Bitcoin. Hingga 30 Juni 2025, Strategy memegang 597.325 Bitcoin, menjadikan Saylor sebagai tokoh penting di komunitas Bitcoin.

Daftar ini menunjukkan betapa menguntungkannya investasi di dunia kripto, namun juga mengingatkan akan volatilitas pasar yang tinggi. Keberhasilan para miliarder ini merupakan cerminan dari peluang dan risiko yang melekat di industri yang masih relatif baru ini.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar