Terkuak! Menteri Trump Diduga Cari Cuan dari Saham Perang Iran?
Haluannews Ekonomi – Jakarta – Panggung politik dan ekonomi global kembali dihebohkan dengan dugaan kontroversial yang menyeret nama Pete Hegseth, yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era Presiden Donald Trump. Hegseth kini menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai dugaan upayanya untuk berinvestasi di sektor industri pertahanan, tepat sebelum eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran memanas.

Related Post

Menurut laporan investigasi dari Financial Times, seorang pialang dari Morgan Stanley yang bertugas mengelola aset Hegseth, dikabarkan telah menjalin komunikasi dengan BlackRock pada Februari lalu. Komunikasi ini disinyalir bertujuan untuk mengeksplorasi potensi penempatan dana dalam produk Exchange Traded Fund (ETF) iShares Defense Industrials Active. Sebagai informasi, ETF merupakan instrumen investasi yang menyerupai reksa dana namun diperdagangkan di bursa saham layaknya saham biasa. Dana yang direncanakan untuk diinvestasikan mencapai jutaan dolar AS. ETF yang dimaksud saat ini mengelola aset senilai sekitar US$3,1 miliar (setara Rp48 triliun), dengan portofolio yang didominasi oleh perusahaan-perusahaan raksasa di sektor pertahanan seperti RTX Corporation, Lockheed Martin, dan Northrop Grumman.
Namun, rencana investasi yang menghebohkan ini dilaporkan tidak pernah terealisasi. Sumber menyebutkan bahwa produk ETF tersebut belum tersedia untuk klien Morgan Stanley pada saat itu, dan tidak ada informasi lebih lanjut apakah pialang tersebut kemudian mencari alternatif instrumen investasi lain di sektor pertahanan. Menariknya, kinerja ETF ini justru sedang mengalami tekanan. Data dari LSEG menunjukkan penurunan nilai sekitar 12,4% dalam sebulan terakhir, sebuah periode yang bersamaan dengan memanasnya tensi konflik antara AS dan Iran.
Menanggapi tudingan serius ini, Pentagon melalui juru bicaranya, Sean Parnell, dengan tegas membantah seluruh laporan. Parnell menyatakan bahwa informasi tersebut "sepenuhnya salah dan dibuat-buat." Dalam pernyataannya di platform media sosial X, yang dikutip oleh Haluannews.id, Parnell menambahkan, "Ini hanyalah fitnah tak berdasar dan tidak jujur yang dirancang untuk menyesatkan publik." Ia juga menegaskan bahwa baik Hegseth maupun perwakilannya tidak pernah menjalin kontak dengan BlackRock terkait upaya investasi semacam itu.
Di tengah hiruk-pikuk dugaan investasi ini, ketegangan antara AS dan Iran sendiri masih berlanjut. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sempat menghebohkan pasar, menyebutkan bahwa konflik ini berpotensi berakhir dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu, menambah dinamika di tengah gejolak geopolitik dan pasar finansial.
Editor: Rohman








Tinggalkan komentar