Jurus Ampuh ATIC: Suntikan Dana Segar Rp560/Saham, Investor Siap Cuan?
Haluannews Ekonomi – Emiten teknologi informasi terkemuka, PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC), memantapkan langkah strategisnya untuk memperkuat struktur permodalan melalui rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Aksi korporasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan kesehatan keuangan perseroan sekaligus mendukung kebutuhan modal kerja untuk ekspansi bisnis di masa mendatang.

Related Post

Presiden Direktur ATIC, Harry Surjanto Hambali, dalam tanggapannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Haluannews.id pada Senin (9/3/2025), menjelaskan detail rights issue tersebut. Setiap pemegang empat saham lama ATIC akan memperoleh satu Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), yang memberikan hak untuk membeli satu saham baru perseroan. Investor yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 26 Februari 2026 akan menjadi pihak yang berhak mengikuti penawaran ini.
Meskipun harga pelaksanaan final akan ditetapkan kemudian, manajemen ATIC memproyeksikan harga rights issue akan berada di kisaran Rp560 per saham. Angka ini mengacu pada harga penutupan saham ATIC pada 5 Maret 2026. Penetapan harga akan mempertimbangkan dinamika pasar saham serta strategi pemberian diskon yang menarik, guna mendorong partisipasi aktif dari para investor dan memastikan keberhasilan aksi korporasi ini.
Dana segar yang berhasil dihimpun dari rights issue ini akan dialokasikan secara strategis untuk memperkuat fundamental keuangan ATIC. Prioritas utama adalah pelunasan obligasi yang akan jatuh tempo pada 11 Juli 2026. Dari total kas dan setara kas perseroan yang tercatat sebesar Rp445,28 miliar per 30 September 2025, sekitar Rp120,57 miliar atau setara 27,08% dari dana rights issue akan digunakan untuk melunasi kewajiban tersebut. Langkah ini menunjukkan komitmen ATIC dalam menjaga rasio utang yang sehat dan meningkatkan kepercayaan pasar.
Selain untuk deleveraging, sebagian signifikan dari perolehan dana juga akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja. Ini mencakup pembiayaan operasional sehari-hari yang krusial, seperti pembayaran gaji karyawan yang diperkirakan mencapai Rp60 miliar untuk periode Juli 2026 hingga Juni 2027. Alokasi ini vital untuk memastikan kelancaran operasional, mendukung inovasi, dan mempertahankan daya saing ATIC di tengah lanskap industri IT yang dinamis.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar