Haluannews Ekonomi – Pasar saham Asia Pasifik memulai perdagangan hari ini dengan nada optimis, Jumat (2/10/2025), mengikuti jejak bursa Wall Street yang mencetak rekor tertinggi. Sentimen pasar tampaknya tak terpengaruh oleh penutupan sebagian (shutdown) pemerintahan Amerika Serikat.

Related Post
Investor global cenderung mengabaikan dampak langsung shutdown AS, sambil terus mencermati durasi dan konsekuensi ekonominya. Secara historis, shutdown pemerintahan di AS jarang menimbulkan dampak signifikan pada pasar keuangan global.

Dari Jepang, data menunjukkan tingkat pengangguran September naik menjadi 2,6%, melampaui ekspektasi 2,4% dan angka Agustus 2,3%. Data PMI manufaktur Jepang untuk September juga akan dirilis hari ini.
Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka melonjak 0,42%, sementara Topix naik 0,35%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 menguat 0,15% di awal perdagangan. Pasar saham Selandia Baru dan Taiwan juga dibuka dengan kenaikan.
Di Hong Kong, Hang Seng Index diperkirakan dibuka melemah tipis. Sementara itu, bursa saham China dan Korea Selatan tutup karena libur nasional.
Di Amerika Serikat, indeks berjangka bergerak datar dalam perdagangan Asia setelah tiga indeks utama mencetak rekor tertinggi tadi malam. S&P 500 naik tipis 0,06%, Dow Jones bertambah lebih dari 78 poin atau 0,2%, dan Nasdaq menguat 0,4% didorong oleh lonjakan saham Nvidia sebesar 0,9%.
Kenaikan Nvidia membawa saham tersebut ke level tertinggi sepanjang masa, diikuti oleh penguatan saham produsen chip lainnya seperti Intel dan AMD, yang masing-masing naik lebih dari 3%. Sentimen positif ini mendukung reli sektor teknologi di Wall Street.
Shutdown pemerintahan AS juga menyebabkan penundaan semua aktivitas di Departemen Tenaga Kerja, termasuk rilis data tenaga kerja non-pertanian September yang dijadwalkan hari ini. Kondisi ini mengurangi jumlah data ekonomi yang dapat digunakan oleh Federal Reserve dalam pertemuan suku bunga Oktober, sekaligus mengurangi tekanan pada pasar saham.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar