Wall Street Hingga Tokyo Cetak Rekor, Ada Apa?

Wall Street Hingga Tokyo Cetak Rekor, Ada Apa?

Haluannews Ekonomi – Bursa saham global secara serentak mencetak rekor tertinggi baru-baru ini, mulai dari Wall Street hingga Tokyo, bahkan bursa Paris dan Seoul. Fenomena ini memunculkan pertanyaan, apa sebenarnya yang menjadi pendorong di balik reli pasar yang begitu kuat, di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi yang masih membayangi?

COLLABMEDIANET

Salah satu faktor utama adalah meredanya kekhawatiran akan perang dagang. Langkah-langkah proteksionis yang sebelumnya diterapkan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump, sempat memicu gejolak di pasar ekuitas. Namun, pemulihan yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa sentimen negatif tersebut mulai mereda, meskipun kewaspadaan tetap diperlukan.

Wall Street Hingga Tokyo Cetak Rekor, Ada Apa?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Selain itu, banjir likuiditas di pasar, kinerja impresif saham-saham teknologi, dan kembalinya kepercayaan investor juga turut berkontribusi pada reli ini. Pemangkasan suku bunga oleh bank-bank sentral utama dunia, termasuk The Federal Reserve (The Fed), menjadi katalis penting. Suku bunga yang lebih rendah mendorong biaya pinjaman yang lebih murah bagi perusahaan dan konsumen, sehingga mendukung aktivitas ekonomi.

"The Fed, sebagai bank sentral paling berpengaruh di dunia, jelas kembali ke mode pelonggaran, dan hal itu sendiri telah mengatur ulang nada risk-on global," kata Managing Partner di SPI Asset Management, Stephen Innes.

Laporan pendapatan perusahaan yang melampaui ekspektasi pada kuartal III-2025 juga memberikan sentimen positif bagi pasar. Selain itu, euforia kecerdasan buatan (AI) turut mendorong saham-saham teknologi melambung tinggi.

Menariknya, perkembangan politik dan ekonomi lokal tampaknya kurang berdampak pada pasar ekuitas saat ini. Bursa saham Paris, misalnya, mencetak rekor baru meskipun ketidakpastian politik di Prancis masih berlanjut. Hal ini disebabkan karena banyak perusahaan yang terdaftar di bursa tersebut memperoleh sebagian besar pendapatan dari luar negeri.

Namun, Javier Diaz-Gimenez, seorang profesor ekonomi di sekolah bisnis IESE Barcelona, mengingatkan bahwa ketidakstabilan politik secara umum tidak baik untuk pasar saham. Oleh karena itu, investor perlu tetap waspada terhadap potensi risiko yang mungkin timbul dari ketidakpastian politik global.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar