Haluannews Ekonomi – Pertumbuhan ekonomi Vietnam yang pesat menarik minat investor asing untuk menanamkan modalnya di pasar surat berharga negara tersebut. Data terbaru menunjukkan Vietnam berhasil menarik aliran modal asing yang signifikan, jauh melampaui Indonesia. Hal ini menimbulkan pertanyaan: mengapa investor lebih memilih Vietnam?

Related Post
Berdasarkan riset ekonom Bank Mandiri, aliran modal asing ke pasar obligasi ASEAN terkonsentrasi di Vietnam dan Indonesia. Namun, Vietnam unggul jauh. Hingga Agustus 2025, Vietnam mencatatkan inflow sebesar US$ 26,4 miliar, sementara Indonesia hanya meraih US$ 700 juta. Malaysia bahkan mengalami outflow sebesar US$ 1,2 miliar, Thailand US$ 200 juta, dan Filipina US$ 800 juta.

"Aliran modal terbesar tetap tertuju pada Vietnam," ungkap Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, dalam acara Mandiri Macro and Market Brief 3Q25 Indonesia Economic Outlook, Kamis (28/8/2025).
Tren ini berlanjut sejak awal tahun. Vietnam konsisten mencatat inflow di atas US$ 25 miliar setiap bulannya. Sementara itu, inflow di Indonesia relatif kecil dan fluktuatif, bahkan sempat mengalami outflow pada bulan Juni.
Keunggulan Vietnam terletak pada prospek pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia dan negara ASEAN lainnya. Konsensus pasar memprediksi pertumbuhan ekonomi Vietnam mencapai 6,5% pada 2025, 6,2% pada 2026, dan 6,3% pada 2027. Angka ini jauh melampaui proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya berkisar 4,8% pada 2025, 4,9% pada 2026, dan 5% pada 2027.
"Vietnam menarik minat investor karena ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," jelas Asmoro. Situasi ini menjadi tantangan bagi Indonesia untuk meningkatkan daya tarik investasinya di mata investor global.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar