Haluannews Ekonomi – Jumat (20 Juni) lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman pemecatan terhadap Jerome Powell, Ketua Federal Reserve (The Fed). Ancaman ini dilatarbelakangi kekecewaan Trump atas keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga acuan. Melalui unggahan di media sosial, Trump mengecam kebijakan moneter The Fed yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.

Related Post
Trump berargumen bahwa suku bunga acuan yang ideal seharusnya berada di kisaran 1% hingga 2%. Menurutnya, penurunan suku bunga ke level tersebut berpotensi menghemat anggaran negara hingga US$ 1 triliun per tahun. Ia menyiratkan bahwa kritik kerasnya terhadap The Fed mungkin telah memengaruhi keputusan Powell, kendati hal tersebut dianggap penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih signifikan.

Pernyataan Trump ini menambah dinamika politik ekonomi Amerika Serikat. Ancaman pemecatan terhadap Powell, yang sebelumnya juga pernah dilontarkan, menimbulkan spekulasi mengenai ketidakpastian kebijakan moneter AS ke depan. Pasar keuangan global pun berpotensi terdampak oleh situasi ini, mengingat pengaruh signifikan The Fed terhadap perekonomian dunia. Ketegangan antara Trump dan The Fed menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang cukup tajam terkait strategi pencapaian pertumbuhan ekonomi. Apakah ancaman Trump kali ini akan berujung pada pergantian pucuk pimpinan The Fed? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar