Haluannews Ekonomi – Emiten beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), produsen beras merek Topi Koki, mengalami kerugian sebesar Rp 9,9 miliar pada semester I-2025. Performa ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana HOKI berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 15,29 miliar.

Related Post
Penurunan kinerja HOKI disebabkan oleh penurunan pendapatan sebesar 22,71% secara tahunan (year-on-year/yoy), menjadi Rp 575,33 miliar sepanjang Januari hingga Juni 2025. Meskipun beban pokok penjualan juga mengalami penurunan sebesar 22,33% yoy menjadi Rp 530,74 miliar, laba kotor perusahaan tetap tergerus, turun 26,97% yoy menjadi Rp 44,59 miliar.

Tekanan terhadap kinerja perusahaan semakin besar akibat peningkatan beban usaha. Beban penjualan melonjak 33,56% yoy menjadi Rp 23,52 miliar, sementara beban umum dan administrasi naik 10,15% yoy menjadi Rp 52,51 miliar.
Secara rinci, penurunan kinerja HOKI tidak sepenuhnya disebabkan oleh penjualan beras. Penjualan beras memang mengalami penurunan sebesar 19,27% yoy, namun beban penjualan beras turun lebih dalam. Alhasil, margin keuntungan dari penjualan beras justru meningkat 51,11% yoy menjadi Rp 2,1 miliar.
Masalah utama terletak pada unit bisnis industri lainnya, yang mencatatkan kerugian sebesar Rp 15,69 miliar pada Juni 2025. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, unit bisnis ini masih mampu mencetak laba sebesar Rp 10,51 miliar.
Aset perusahaan per Juni 2025 tercatat sebesar Rp 865,71 miliar, mengalami penurunan signifikan sebesar 22,98% yoy. Penurunan ini terutama disebabkan oleh anjloknya persediaan sebesar 70,33% yoy, menjadi Rp 75,95 miliar.
Di sisi lain, liabilitas HOKI juga mengalami penurunan sebesar 50,31% yoy menjadi Rp 236,68 miliar pada periode yang sama.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar