Haluannews Ekonomi – Perhelatan Jogja Financial Festival (JFF) 2026 di Yogyakarta berhasil memantik minat generasi muda untuk menyelami lebih dalam seluk-beluk industri keuangan, mulai dari instrumen perbankan hingga dinamika investasi di pasar modal. Festival yang digelar selama dua hari ini, dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, yang menyambut positif inisiatif tersebut.

Related Post
Wawan Harmawan menekankan kontribusinya terhadap "ekonomi kerumunan" yang menjadi pilar pertumbuhan Jogja. Ia bahkan berharap festival serupa dapat digelar secara rutin, mungkin setiap minggu, mengingat antusiasme tinggi warga Yogyakarta untuk belajar tentang produk, layanan, dan pengelolaan keuangan.

Antusiasme tersebut terbukti dalam sesi "Business Talks" yang menghadirkan para bankir Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA). Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menyoroti urgensi transformasi digital sebagai sebuah keniscayaan di tengah akselerasi teknologi. BRI, melalui layanan perbankan digital BRImo, mencatatkan volume transaksi harian yang fantastis, mencapai Rp 32 triliun, dengan akumulasi tahunan menembus Rp 7.500 triliun.
Senada, Direktur Finance & Strategy PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Novita Widya Anggraini, mengungkapkan bahwa layanan perbankan digital Livin’ by Mandiri mampu menembus 13 juta transaksi harian pada periode tertentu, atau sekitar 4,5 miliar transaksi dalam setahun. Angka ini, menurutnya, menggambarkan efisiensi luar biasa yang dicapai melalui digitalisasi, jauh melampaui kapasitas layanan secara luring.
Pemaparan kemudian bergeser ke peran perbankan dalam memfasilitasi kepemilikan hunian. Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, menguraikan strategi KPR subsidi yang dirancang khusus untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan batasan penghasilan tertentu, memastikan subsidi tepat sasaran. Ia juga menyoroti peran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi masyarakat di desil 1 dan 2 yang belum memiliki akses perbankan.
Di sisi lain, Direktur Treasury & International Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Abu Santosa Sudradjat, memaparkan posisi strategis BNI sebagai penghubung bisnis Indonesia dengan pasar global, didukung oleh delapan financial center dan 10 cabang internasional. Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa perbankan syariah memiliki peran krusial dalam membangun ekonomi yang adil, transparan, berkelanjutan, dan bermanfaat, terutama sebagai katalisator pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Optimisme Pasar Modal dan Peran Pembiayaan Negara
Sesi "Business Talks: Financial Market" tak kalah menarik. PJS Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyatakan optimisme tinggi terhadap pertumbuhan pasar modal Indonesia di tahun 2026. Optimisme ini didasari oleh tren peningkatan signifikan jumlah investor muda. Ia mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir, jumlah investor melonjak drastis dari 4-5 juta menjadi 27,4 juta, sebuah pertumbuhan lebih dari dua kali lipat pasca-pandemi.
Pemerintah pun memiliki strategi ampuh dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pemanfaatan pasar keuangan, khususnya penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI, Suminto, menjelaskan bahwa porsi SBN sangat vital dalam membiayai ekonomi nasional. "Bahkan dalam konteks APBN kita, 85-87 persen pembiayaan utang berasal dari penerbitan SBN, bukan lagi pinjaman luar negeri," tegasnya.
Tak hanya itu, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) turut memanfaatkan pasar keuangan untuk mendukung proyek-proyek pembangunan strategis di Tanah Air. Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Reynaldi Hermansjah, memberikan contoh konkret partisipasi perusahaannya dalam pembiayaan Tol Jogja-Solo dan Rumah Sakit Akademis Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta.
Secara keseluruhan, Jogja Financial Festival 2026 berhasil menyajikan gambaran komprehensif mengenai peran vital sektor keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membekali generasi muda dengan pemahaman esensial untuk berpartisipasi aktif dalam ekosistem finansial.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar