Haluannews Ekonomi – Jakarta – Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali mengalami perombakan penting. Pada Kamis, 5 Februari 2026, di Istana Negara, Presiden secara resmi melantik sejumlah pejabat baru, termasuk posisi strategis Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu). Jabatan krusial ini kini diemban oleh Juda Agung, menggantikan Thomas Djiwandono yang beralih tugas sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Penunjukan ini menandai babak baru dalam pengelolaan fiskal negara.

Related Post
Sosok Juda Agung bukanlah wajah asing dalam kancah kebijakan ekonomi dan moneter Tanah Air. Rekam jejaknya yang panjang dan cemerlang di Bank Indonesia (BI) serta berbagai lembaga keuangan internasional menjadikannya figur yang sangat diperhitungkan dalam perumusan kebijakan ekonomi nasional.

Lahir di Pontianak pada 6 Agustus 1964, perjalanan akademis Juda Agung dimulai dengan gelar Sarjana Teknologi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Namun, ketertarikan mendalamnya pada sektor ekonomi dan keuangan mendorongnya untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Ia berhasil meraih gelar Master di bidang Bisnis dan Keuangan dari University of Birmingham, Inggris, pada tahun 1995, dan empat tahun berselang, menuntaskan pendidikan doktoral (S3) dalam bidang Ekonomi di universitas yang sama.
Menariknya, selama menempuh pendidikan tinggi, Juda Agung telah memulai karier profesionalnya di Bank Indonesia. Sejak tahun 1992, ia dipercaya sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, bahkan mendapatkan penugasan penting di Kantor Perwakilan BI London hingga tahun 1999. Sekembalinya ke Tanah Air, kiprahnya berlanjut sebagai peneliti ekonomi junior di Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI dari 1999 hingga 2002, sebelum kemudian menjabat sebagai peneliti ekonomi penuh pada periode 2002-2003.
Seiring berjalannya waktu, jenjang karier Juda terus menanjak ke posisi yang lebih strategis. Ia dipercaya sebagai analis senior, kemudian Kepala Bagian di Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter pada periode 2006-2008. Selama masa tersebut, pengalaman internasionalnya semakin terasah melalui penugasan di International Monetary Fund (IMF), sebuah lembaga yang sangat berpengaruh dalam perekonomian global.
Rentetan pengalaman internasionalnya berlanjut saat Juda mengemban amanah sebagai Advisor Ekonomi dan Kebijakan Moneter pada 2012-2013. Tak lama berselang, ia dipercaya sebagai Kepala Grup Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Puncaknya, setahun kemudian, Gubernur Bank Indonesia kala itu, Agus D.W. Martowardojo, secara resmi melantik Juda sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, sebuah posisi kunci dalam perumusan kebijakan bank sentral.
Sejak momen tersebut, perjalanan kariernya kian melesat. Antara tahun 2017-2019, Juda Agung kembali menorehkan jejak di kancah global dengan menjabat sebagai Direktur Eksekutif IMF di Washington DC, Amerika Serikat. Sekembalinya ke Indonesia, ia dipercaya sebagai Asisten Gubernur Bank Indonesia yang bertanggung jawab atas Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial pada periode 2020-2022. Sebelum dilantik sebagai Wamenkeu, posisi terakhir yang diemban Juda Agung adalah Deputi Gubernur Bank Indonesia, yang dijabatnya sejak 6 Januari 2022.
Selain rekam jejak profesionalnya yang impresif, sorotan publik juga tertuju pada laporan harta kekayaan Juda Agung. Berdasarkan data yang dihimpun, total kekayaannya mencapai Rp 56,08 miliar setelah dikurangi utang sebesar Rp 1,65 miliar. Dua pilar utama yang menopang kekayaan signifikan ini adalah aset properti dan surat berharga.
Merujuk pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024, Juda Agung tercatat memiliki tujuh aset tanah dan bangunan dengan total nilai mencapai Rp 21,52 miliar. Mayoritas aset properti tersebut berlokasi strategis di wilayah Jakarta.
Di samping itu, portofolio investasinya mencakup surat berharga senilai Rp 22,31 miliar, serta kepemilikan kas dan setara kas yang mencapai Rp 11,88 miliar, menunjukkan diversifikasi aset yang solid. Tak ketinggalan, ia juga melaporkan kepemilikan tiga unit alat transportasi dengan total nilai Rp 2,02 miliar.
Dengan latar belakang dan pengalaman yang mumpuni, serta aset kekayaan yang signifikan, Juda Agung kini siap mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Keuangan, turut serta dalam mengawal stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar