Haluannews Ekonomi – Kabar mengejutkan datang dari emiten minuman, PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), yang dikenal dengan merek Teguk. Visionary Capital Global Pte. Ltd. (VCG), sebuah perusahaan investasi asal Singapura, berencana untuk mengambil alih 59,34% saham TGUK, atau setara dengan 2.119.104.818 lembar saham. Langkah ini akan menjadikan VCG sebagai pemegang saham pengendali baru perusahaan.

Related Post
Aksi korporasi ini dilakukan melalui penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) antara pemegang saham pengendali saat ini, PT Dinasti Kreatif Indonesia (DKI), dengan VCG. Manajemen TGUK dalam keterbukaan informasinya di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa proses pengambilalihan masih dalam tahap pemenuhan persyaratan pendahuluan yang diatur dalam CSPA.

Penyelesaian transaksi ini bergantung pada beberapa faktor, termasuk hasil klarifikasi dan tinjauan regulator terhadap TGUK, serta aktifnya kembali perdagangan saham TGUK di BEI. Jika semua persyaratan terpenuhi, VCG akan menjadi pengendali baru dan wajib melaksanakan Penawaran Tender sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Namun, jika hingga 30 September 2025 jual beli saham belum rampung, CSPA akan batal demi hukum, kecuali ada kesepakatan lain antara VCG dan DKI. Manajemen TGUK menegaskan bahwa hingga saat ini, rencana pengambilalihan ini belum berdampak signifikan pada kegiatan operasional perusahaan.
Sebelumnya, BEI sempat menyoroti kinerja keuangan Teguk yang mengalami kerugian hingga Rp 21,4 miliar dalam tiga bulan terakhir. Perusahaan juga mencatatkan penurunan signifikan pada nilai persediaan bahan baku akibat barang rusak dan kedaluwarsa, seiring dengan berkurangnya jumlah gerai.
Pada Desember 2024, TGUK membukukan rugi sebesar Rp 81,27 miliar, berbanding terbalik dengan laba Rp 5,79 miliar pada tahun sebelumnya. Penjualan juga mengalami penurunan tajam, sementara beban operasional justru meningkat. Kondisi ini diperparah dengan kenaikan beban bunga bank.
Aset perusahaan juga menyusut, sementara liabilitas meningkat signifikan, termasuk utang usaha kepada pemasok bahan baku yang sebagian besar telah jatuh tempo. Dengan adanya rencana pengambilalihan oleh VCG, diharapkan dapat membawa angin segar bagi TGUK untuk memperbaiki kinerja keuangan dan operasionalnya di masa depan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar