Haluannews Ekonomi – Jakarta – Ketidakpastian ekonomi global yang menghantui, membuat investor kini lebih berhati-hati dalam menempatkan modalnya. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan bahwa arus modal asing (capital inflow) ke Indonesia mengalami perlambatan akibat kondisi tersebut.

Related Post
Sri Mulyani menjelaskan, investor cenderung mencari "safe haven" atau aset yang dianggap aman di tengah gejolak ekonomi. Aset-aset tersebut antara lain adalah komoditas emas, serta instrumen keuangan di Eropa dan Jepang.

"Aliran modal mengalami pergeseran dari AS ke aset yang dianggap aman terutama aset di keuangan di Eropa dan Jepang serta ke komoditas emas," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (28/7/2025).
Kondisi ini, lanjut Sri Mulyani, berdampak pada pelemahan sejumlah mata uang utama dunia, termasuk Dolar AS. Pergeseran modal dari AS ke negara-negara berkembang (emerging market) turut memicu pelemahan mata uang Paman Sam terhadap mata uang global.
Dengan kata lain, investor asing cenderung menarik dananya dari aset-aset berisiko seperti di negara berkembang, termasuk Indonesia, dan mengalihkannya ke aset yang dianggap lebih stabil di tengah ketidakpastian global. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi stabilitas nilai tukar Rupiah.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar