Haluannews Ekonomi – Manchester United kembali menorehkan catatan merah di neraca keuangannya. Raksasa Liga Inggris ini membukukan kerugian fantastis sebesar £33 juta (sekitar Rp 745,56 miliar) untuk tahun fiskal yang berakhir pada 30 Juni 2025. Meskipun pendapatan tahunan mencapai rekor £666,5 juta, kerugian ini menandai enam kuartal berturut-turut klub yang berjuluk Setan Merah tersebut gagal mencetak laba. Hal ini pun membuat saham MU anjlok hingga 6,59% dalam dua hari perdagangan terakhir.

Related Post
Laporan keuangan menunjukkan pendapatan kuartal keempat mencapai £164,1 juta, meningkat 15,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan komersial juga menyumbang angka signifikan, mencapai £333,3 juta sepanjang tahun fiskal 2025. Meskipun EBITDA yang disesuaikan mencapai £182,8 juta, kerugian operasional masih tercatat sebesar £18,4 juta, meskipun lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya (£69,3 juta).

Omar Berrada, CEO Manchester United, menyatakan komitmen klub untuk melakukan perbaikan di berbagai aspek. Namun, proyeksi pendapatan untuk tahun fiskal 2026 justru diperkirakan turun menjadi antara £640 juta hingga £660 juta, sementara EBITDA yang disesuaikan diproyeksikan berada di kisaran £180 juta hingga £200 juta. Kondisi ini tentu menjadi kabar buruk bagi para penggemar Setan Merah dan investor yang berharap akan adanya peningkatan kinerja keuangan klub dalam waktu dekat. Ke depan, strategi apa yang akan diterapkan manajemen MU untuk membalikkan keadaan ini menjadi tantangan tersendiri.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar