Haluannews Ekonomi – Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkatkan pengawasan ketat terhadap perdagangan saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK). Lonjakan harga saham yang signifikan, mencapai 440% sejak awal tahun dan 45% dalam sebulan terakhir, memicu status Unusual Market Activity (UMA). Langkah ini bertujuan melindungi investor dari potensi risiko. Meskipun status UMA tidak otomatis mengindikasikan pelanggaran hukum pasar modal, BEI tetap siaga.

Related Post
Informasi terakhir perusahaan tercatat pada 21 Mei 2025, berupa pemberitahuan rencana Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPSTLB), yang dipublikasikan melalui situs resmi BEI. Sejarah perdagangan PACK juga diwarnai beberapa kali suspensi, antara lain pada 20 Januari hingga 5 Februari 2025, 12 hingga 23 Desember 2024, 7 hingga 19 November 2024, serta suspensi cooling down pada 5 November 2024. Sebelumnya, UMA juga pernah diterapkan pada 1 November 2024.

Dalam pengumuman resmi Rabu (4/6), manajemen BEI menyatakan tengah mencermati pola transaksi saham PACK. Investor diimbau untuk cermat. Haluannews.id menyarankan investor untuk memperhatikan konfirmasi emiten atas permintaan BEI, menganalisis kinerja perusahaan dan transparansi informasinya, serta mengevaluasi rencana aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan RUPSTLB. Pertimbangan matang terhadap potensi risiko sebelum berinvestasi sangat penting. Kehati-hatian menjadi kunci dalam situasi pasar yang dinamis seperti ini.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar