Haluannews Ekonomi – Emiten perusahaan pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), yang terafiliasi dengan konglomerat Garibaldi Thohir (Boy Thohir) dan Jerry Ng, mengumumkan rencana strategis pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp100 miliar. Langkah ini sontak menarik perhatian pelaku pasar, sebagaimana dilaporkan oleh Haluannews.id dari Jakarta.

Related Post
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan menetapkan alokasi dana maksimal Rp100 miliar untuk aksi korporasi ini. Angka tersebut sudah mencakup seluruh biaya terkait, termasuk jasa perantara pedagang efek. Jumlah saham yang akan dibeli kembali dipastikan tidak akan melampaui 1% dari total modal disetor perseroan.

Manajemen BFIN juga menegaskan komitmennya untuk menjaga porsi saham beredar (free float) tetap di atas 40% dari modal disetor pasca-pelaksanaan buyback. Perseroan meyakinkan bahwa aksi ini tidak akan berdampak material terhadap kinerja keuangan maupun operasional perusahaan.
Program buyback ini dijadwalkan akan dimulai pada 23 Februari 2026 dan akan berlangsung selama maksimal tiga bulan sejak tanggal keterbukaan informasi, yakni 20 Februari 2026. Namun, perseroan memiliki opsi untuk mengakhiri program lebih awal sesuai ketentuan yang berlaku.
Respons pasar terhadap pengumuman ini cukup positif. Saham BFIN terpantau mengalami kenaikan signifikan sebesar 3,5% ke level Rp740 pada penutupan perdagangan sesi I hari ini. Kapitalisasi pasar perusahaan pembiayaan ini kini mencapai Rp10,75 triliun, menunjukkan kepercayaan investor yang masih kuat.
Sebagai informasi tambahan, per 31 Januari 2026, Garibaldi Thohir dan Jerry Ng tercatat sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owners) BFIN. Keduanya mengendalikan BFIN melalui entitas Trinugraha Capital & Co SCA, dengan kepemilikan saham mencapai 51,12%.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar