Haluannews Ekonomi – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau stabil pada penutupan perdagangan Selasa (22/7/2025), bertahan di level Rp16.305 per dolar AS. Kondisi ini terjadi di tengah penguatan tipis indeks dolar AS (DXY) sebesar 0,09% ke level 97,94 pada pukul 15:00 WIB.

Related Post
Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen global yang kurang menggembirakan. Kekhawatiran pasar terhadap potensi meningkatnya tensi perang dagang antara AS dan Uni Eropa menjadi salah satu faktor utama. Pasalnya, AS berencana menerapkan tarif sebesar 30% mulai 1 Agustus mendatang, yang berpotensi dibalas oleh Eropa.

Ketidakpastian mengenai kelanjutan jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Federal Reserve (The Fed) juga menambah tekanan pada dolar AS. Meski demikian, situasi ini menciptakan volatilitas yang menghambat penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Dari dalam negeri, terdapat sentimen positif yang berasal dari rencana pemerintah Indonesia untuk menerbitkan Kangaroo Bond dan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target indikatif sebesar Rp9 triliun.
Namun, status Indonesia sebagai negara berkembang, terbatasnya likuiditas dolar Australia, dan belum pulihnya kepercayaan investor global menjadi penghambat bagi potensi penguatan rupiah yang lebih signifikan. Pasar juga masih mencermati dampak penuh dari pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin pada bulan ini.
Secara umum, rupiah cenderung mengalami tekanan dalam jangka pendek akibat faktor eksternal yang kuat. Meskipun demikian, faktor-faktor penyeimbang dari dalam negeri berpotensi membatasi penurunan rupiah yang lebih dalam.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar