Rupiah Terkapar! Dolar AS Kembali Menggila ke Rp 16.720

Rupiah Terkapar! Dolar AS Kembali Menggila ke Rp 16.720

Haluannews Ekonomi – Nilai tukar rupiah memulai perdagangan hari ini, Kamis (20/11/2025), dengan sentimen negatif. Mata uang Garuda dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), melanjutkan tren fluktuatif di tengah ketidakpastian global. Rupiah dibuka pada posisi Rp16.720 per dolar AS, terdepresiasi 0,18% dibandingkan penutupan kemarin yang berada di level Rp16.690.

COLLABMEDIANET

Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Dari sisi domestik, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) kemarin, diharapkan dapat menopang stabilitas rupiah. BI menegaskan komitmennya untuk terus memantau efektivitas kebijakan moneter yang telah ditempuh.

Rupiah Terkapar! Dolar AS Kembali Menggila ke Rp 16.720
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, tekanan eksternal datang dari penguatan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY) sempat melonjak signifikan setelah rilis risalah rapat The Federal Open Market Committee (FOMC Minutes). Risalah tersebut mengindikasikan bahwa The Federal Reserve (The Fed) kemungkinan besar tidak akan memangkas suku bunga pada pertemuan Desember mendatang, memicu aksi beli dolar AS sebagai aset safe haven.

Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed juga mengalami penurunan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 10 Desember kini berada di kisaran 33%, turun dari 42,4% sehari sebelumnya. Hal ini semakin memperkuat posisi dolar AS di mata investor.

Sentimen pasar yang berubah-ubah dan ketidakpastian global akan terus menjadi tantangan bagi rupiah dalam beberapa waktu ke depan. Investor dan pelaku pasar perlu mencermati perkembangan ekonomi global dan kebijakan moneter dari bank sentral utama dunia untuk mengantisipasi volatilitas nilai tukar.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar