Haluannews Ekonomi – Bank Indonesia (BI) mencatat tren positif dalam penggunaan mata uang lokal (LCT) untuk transaksi perdagangan internasional. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa volume transaksi tanpa menggunakan dolar AS melonjak signifikan pada tahun 2025, mencapai US$ 25,66 miliar. Angka ini jauh melampaui capaian tahun 2024 yang sebesar US$ 12 miliar.

Related Post
Lonjakan transaksi LCT ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin mampu mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam perdagangan global. Destry menjelaskan bahwa penggunaan mata uang lokal merupakan strategi penting untuk mengurangi dominasi dolar AS.

Selain mendorong penggunaan LCT, BI juga aktif membuka pasar untuk transaksi rupiah-yen dengan Jepang dan rupiah-renminbi dengan China. Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi perdagangan langsung antara Indonesia dengan kedua negara tersebut tanpa melalui perantara dolar AS. Destry mencontohkan, banyak bank membutuhkan Yuan (CNY) namun selama ini bertransaksi melalui dolar AS. BI berupaya memotong jalur tersebut dengan mendorong pasar IDR-CNY yang lebih aktif.
Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, termasuk penghematan devisa yang signifikan. Dengan mengurangi ketergantungan pada dolar AS, Indonesia dapat mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar dan meningkatkan stabilitas ekonomi.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar