Haluannews Ekonomi – Tren penguatan mayoritas mata uang dunia terhadap dolar AS (USD) tak berdampak signifikan pada rupiah. Ekonom senior dan mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, mengungkap dua faktor kunci di balik pelemahan rupiah: kondisi global dan sentimen pasar dalam negeri ("country risk"). Hal ini disampaikan dalam DBS Asian Insights Conference 2025 yang disiarkan Haluannews.id, Rabu (21/05/2025).

Related Post
Chatib mencontohkan reaksi pasar terhadap pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danareksa. Awalnya, investor ragu terhadap kepemimpinan dan manajemen BPI. Namun, kekhawatiran utama pasar, menurutnya, tetap pada potensi membesarnya defisit anggaran akibat program-program pemerintah. Situasi ini menunjukkan betapa sensitifnya rupiah terhadap sentimen pasar dan bagaimana kebijakan domestik berpengaruh pada daya saing mata uang nasional. Perlu strategi cermat untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global. Analisis mendalam mengenai faktor-faktor ini menjadi krusial bagi para pelaku pasar dan pengambil kebijakan untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi tantangan ke depan. Wawancara lengkap Chatib Basri dan Chief Economist DBS Taimur Baig dapat disaksikan di Haluannews.id.

Editor: Rohman










Tinggalkan komentar