Haluannews Ekonomi – Di tengah gejolak nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp 17.000 per dolar AS, terjadi fenomena menarik di kalangan masyarakat Indonesia. Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan pada simpanan valuta asing (valas) di perbankan nasional. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) valas mencapai 3,73%.

Related Post
Meskipun terjadi peningkatan nominal DPK valas, Anggota Dewan Komisioner LPS, Ferdinan D. Purba, mengungkapkan bahwa tren suku bunga pasar untuk simpanan valas justru mengalami penurunan. Hal ini menjadi pertimbangan LPS untuk mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) tabungan valas pada level 2,00%. "Dalam nominal memang ada kenaikan untuk DPK valas sebesar 3,73%. Meskipun ada kenaikan di nominal namun tren suku SBP-nya itu tadi kami sampaikan mengalami penurunan," jelas Ferdinan.

LPS menilai bahwa penurunan suku bunga simpanan valas mengindikasikan kondisi likuiditas valas di sektor perbankan masih dalam kondisi yang memadai. Dengan kata lain, bank tidak perlu memberikan iming-iming bunga tinggi untuk menarik dana valas dari para nasabah. LPS berkomitmen untuk terus memantau pergerakan simpanan dan suku bunga valas demi menjaga stabilitas sistem perbankan dan memastikan kebijakan penjaminan selaras dengan dinamika pasar.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam menentukan kebijakan terkait nilai tukar rupiah. Namun, LPS secara aktif berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari sinergi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). "Mengenai stance atau pertimbangan dari Bank Indonesia yang selalu berusaha untuk menstabilkan rupiah, setahu saya BI tidak menargetkan level tertentu tetapi BI selalu berusaha untuk mengurangi tingkat volatilitas dan pergerakan rupiah itu supaya lebih predictable," ujar Anggito.
Pada pembukaan perdagangan Jumat (23/1/2026), rupiah menunjukkan sinyal positif dengan menguat terhadap dolar AS. Data Haluannews.id mencatat rupiah terapresiasi sebesar 0,47% ke posisi Rp 16.800/US$. Penguatan ini melanjutkan tren positif dari hari sebelumnya, di mana rupiah juga ditutup menguat sebesar 0,30% di level Rp 16.880/US$.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar