Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada Rabu, 19 November 2025, dengan gemilang di zona hijau, parkir di level 8.406. Penguatan IHSG ini seiring dengan Rupiah yang berhasil menguat tipis ke level Rp16.690 per dolar AS. Sentimen positif ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75%.

Related Post
Keputusan BI ini disambut baik oleh pasar, yang melihatnya sebagai sinyal stabilitas ekonomi dan komitmen bank sentral untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Analis menilai bahwa keputusan ini memberikan kepastian bagi investor dan mendorong aliran modal masuk ke pasar keuangan Indonesia.

Selain itu, penguatan Rupiah juga didorong oleh sentimen positif dari global, termasuk meredanya kekhawatiran terhadap resesi ekonomi global dan ekspektasi pemulihan ekonomi yang lebih kuat di negara-negara mitra dagang utama Indonesia.
Kombinasi antara keputusan BI yang mempertahankan suku bunga, sentimen positif global, dan fundamental ekonomi Indonesia yang solid telah menjadi katalis bagi penguatan IHSG dan Rupiah. Para pelaku pasar berharap tren positif ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Namun, investor tetap perlu waspada terhadap potensi risiko yang dapat mempengaruhi pasar keuangan, seperti perubahan kebijakan moneter di negara-negara maju, ketegangan geopolitik, dan perkembangan pandemi COVID-19.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar