Rupiah Bangkit! Dolar AS Bertekuk Lutut di Awal Sesi

Rupiah Bangkit! Dolar AS Bertekuk Lutut di Awal Sesi

Haluannews Ekonomi – Nilai tukar rupiah menunjukkan taringnya di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (2/12/2025). Mata uang Garuda berhasil mencatatkan apresiasi yang cukup menggembirakan.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah berhasil menguat 0,15% dan mencapai level Rp16.625 per dolar AS pada awal sesi perdagangan. Kinerja positif ini melanjutkan tren stabil yang terlihat pada perdagangan sebelumnya, di mana rupiah bertahan di level Rp16.650 per dolar AS.

Rupiah Bangkit! Dolar AS Bertekuk Lutut di Awal Sesi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terpantau mengalami penguatan tipis sebesar 0,03% ke level 99,465 pada pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, DXY sempat tertekan lebih dari 0,3%, namun berhasil memangkas pelemahan tersebut dan ditutup dengan penurunan tipis 0,03%.

Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh dinamika dolar AS di pasar global. Dolar AS masih berada di bawah tekanan setelah data manufaktur Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan spekulasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan bulan ini.

Sektor manufaktur AS mengalami kontraksi selama sembilan bulan berturut-turut pada November, dengan ISM Manufacturing PMI turun menjadi 48,2 dari 48,7 pada bulan sebelumnya. Komponen penting seperti pesanan baru dan lapangan kerja juga mengalami penurunan, sementara tekanan biaya tetap meningkat akibat tarif impor.

Menurut Brian Martin, Head of G3 Economics ANZ, kondisi ini mengindikasikan bahwa permintaan di ekonomi AS telah melambat secara signifikan. Martin berpendapat bahwa The Fed perlu memangkas suku bunga tidak hanya pada pertemuan 10 Desember, tetapi juga melanjutkannya pada tahun depan.

Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter semakin menguat, dengan pasar melalui CME FedWatch mencatatkan probabilitas 88% untuk pemangkasan suku bunga 25 basis poin, naik dari 63% satu bulan lalu. Dinamika dolar AS ini memberikan angin segar bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, dan membuka peluang penguatan di masa depan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar