Haluannews Ekonomi – CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, meminta izin meninggalkan rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI pada Rabu (23/7) siang. Erick Thohir, Menteri BUMN, turut hadir dalam rapat tersebut. Alasan pamitnya Rosan adalah panggilan mendadak dari Presiden RI, Prabowo Subianto, pada pukul 12.30 WIB.

Related Post
Sebelum berpamitan, Rosan sempat memaparkan materi rapat. Ia menjelaskan bahwa Danantara bertugas mengkonsolidasikan aset BUMN untuk meningkatkan nilai dan optimalisasi, dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, transparansi, akuntabilitas, dan integritas.

Rosan juga menjelaskan tugas Danantara dalam mengelola perusahaan pelat merah, termasuk wewenang mengelola dividen dari holding operasional dan menginvestasikannya ke holding investasi serta BUMN lainnya.
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, menekankan pentingnya perhatian terhadap Danantara sebagai lembaga baru. Ia menyebut perlunya pembagian tugas dan arahan dari Presiden Prabowo, mengingat perhatian besar beliau terhadap perkembangan Danantara sebagai entitas yang dicita-citakan.
Pemanggilan Rosan oleh Presiden Prabowo menimbulkan spekulasi mengenai agenda penting yang akan dibahas. Belum ada keterangan resmi mengenai isi pertemuan tersebut.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar