Haluannews Ekonomi – Direktur Utama PT Benteng Api Technic Tbk (BATR), Ridwan, melihat potensi emas di pasar material tahan api (refractory) Indonesia. Pasalnya, sekitar 70% kebutuhan domestik masih bergantung pada impor dari negara-negara seperti China, Jepang, Korea, Eropa, dan Amerika Serikat. Ini menjadi peluang besar bagi BATR untuk merebut pangsa pasar dalam negeri.

Related Post
Langkah strategis yang diambil BATR untuk merebut pasar tersebut adalah membangun pabrik baru. Pabrik ini dirancang khusus untuk memproduksi refractory dengan spesifikasi khusus yang selama ini masih minim diproduksi oleh pemain lokal. Dengan demikian, BATR siap memenuhi permintaan pasar yang selama ini terpenuhi oleh importir. Inisiatif ini diyakini mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk refractory impor dan mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.

Lebih lanjut, Haluannews.id melaporkan bahwa detail strategi dan rencana ekspansi BATR dapat disimak dalam wawancara eksklusif Direktur Utama PT Benteng Api Technic Tbk (BATR), Ridwan, bersama Andi Shalini di segmen Fundamental Pundit, Program Closing Bell Haluannews.id, Senin (02/06/2025). Wawancara ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi pasar refractory dan strategi BATR dalam menguasainya. Dengan langkah agresif ini, BATR berambisi menjadi pemain utama di pasar refractory domestik dan mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar