Haluannews Ekonomi – Kabar gembira bagi perekonomian Indonesia! Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai triliunan rupiah mulai 5 Juni 2025. Paket ini menyasar langsung daya beli masyarakat jelang liburan sekolah dan Hari Raya Idul Adha. Isinya? Deretan insentif menggoda, mulai dari Bantuan Subsidi Upah (BSU), diskon listrik untuk rumah tangga miskin, diskon tarif tol, bantuan pangan beras untuk 18 juta keluarga, diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), hingga subsidi motor listrik senilai Rp 7 juta.

Related Post
Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto, menilai stimulus ini sebagai sentimen positif yang mampu meringankan beban masyarakat. Namun, ia mengingatkan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, investor asing tetap mempertimbangkan beberapa faktor krusial sebelum menanamkan modal di Indonesia. Valuasi saham yang menarik dan dampak kebijakan global, termasuk warisan kebijakan era Trump, menjadi pertimbangan utama.

Rudiyanto menambahkan, dampak positif liburan panjang lebih terasa di sektor pariwisata. Namun, sektor manufaktur justru berpotensi tertekan. Oleh karena itu, penguatan fundamental ekonomi makro menjadi kunci daya saing Indonesia dalam menarik investasi asing jangka panjang di tengah persaingan ketat pasar emerging market. Indonesia perlu menunjukkan daya tarik yang lebih besar dan konsisten untuk mengalahkan negara-negara lain.
Tantangan Indonesia dalam menarik investasi asing menjadi sorotan utama. Bagaimana strategi pemerintah menghadapi persaingan global? Hal ini menjadi pertanyaan penting yang perlu dijawab demi memastikan arus modal asing terus mengalir ke Indonesia. Lebih lanjut, diskusi mengenai hal ini dapat disimak dalam wawancara Anneke Wijaya dengan Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto di program Power Lunch, Haluannews.id (Senin, 26/05/2025).
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar