Haluannews Ekonomi – Bayang-bayang resesi global 2025 menghantui berbagai sektor, tak terkecuali industri asuransi. Perang dagang AS-China, gejolak geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina-Rusia, menciptakan guncangan ekonomi yang turut dirasakan Indonesia. Dampaknya? Penurunan kinerja industri asuransi, khususnya asuransi finansial, menjadi ancaman nyata.

Related Post
Direktur Utama Aksrindo, M. Fankar Umran, dalam wawancara di program Power Lunch Haluannews.id (Rabu, 28/05/2025), mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, perlambatan ekonomi global telah menekan sektor perbankan, terlihat dari penurunan penyaluran kredit. Kondisi ini, lanjut Fankar, berpotensi menyebabkan penurunan kinerja asuransi kredit dan penjaminan secara signifikan.

"Perlambatan ekonomi berdampak langsung pada bisnis perbankan. Penurunan penyaluran kredit otomatis akan menekan permintaan asuransi kredit dan penjaminan," jelas Fankar. Ia menambahkan bahwa perusahaan asuransi perlu bersiap menghadapi potensi penurunan pendapatan dan menyesuaikan strategi bisnis untuk menghadapi tantangan ini.
Fankar mengatakan, perusahaan asuransi perlu melakukan diversifikasi produk dan pasar, serta meningkatkan efisiensi operasional untuk tetap bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan dan mempertahankan kepercayaan nasabah. Ancaman resesi global ini, menurutnya, bukan hanya sekadar isu, tetapi realita yang harus dihadapi dengan strategi yang tepat.
Lebih lanjut, Fankar menyarankan agar pemerintah dan otoritas terkait memberikan dukungan kepada industri asuransi agar dapat melewati masa sulit ini. Dukungan tersebut, misalnya, dapat berupa regulasi yang mendukung dan program stimulus ekonomi yang dapat mendorong pertumbuhan sektor perbankan dan industri lainnya yang berkaitan dengan asuransi.
Ancaman perlambatan ekonomi global terhadap industri asuransi memang nyata. Kemampuan perusahaan asuransi dalam beradaptasi dan mengambil langkah antisipatif akan menentukan keberlangsungan bisnis mereka di masa depan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar