Haluannews Ekonomi – Presiden Direktur Indonesia Re, Benny Waworuntu, dalam wawancara eksklusif di program Power Lunch Haluannews.id (Selasa, 27/05/2025), menyoroti urgensi penguatan permodalan industri reasuransi domestik. Menurutnya, langkah ini krusial untuk meningkatkan kapasitas pertanggungan risiko bagi perusahaan asuransi di tanah air dan menekan defisit neraca reasuransi. Penguatan modal ini, lanjut Benny, akan menjadi kunci daya saing Indonesia di kancah internasional.

Related Post
Waworuntu juga menekankan pentingnya transfer teknologi dan pengetahuan dari investasi reasuransi asing. Hal ini, menurutnya, sangat penting untuk menciptakan persaingan yang sehat dan setara antara perusahaan reasuransi lokal dan asing. Persaingan yang sehat akan mendorong inovasi dan efisiensi, yang pada akhirnya akan menguntungkan konsumen.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, industri reasuransi lokal dihadapkan pada tantangan untuk meningkatkan daya saingnya di pasar internasional. Adaptasi terhadap teknologi dan inovasi menjadi kunci untuk memenangkan persaingan global yang semakin ketat. Implementasi PSAK 117 pun menjadi sorotan, di mana industri reasuransi dituntut untuk mampu beradaptasi dan menerapkan standar akuntansi tersebut secara efektif.
Wawancara tersebut juga membahas secara mendalam strategi dan upaya yang dilakukan untuk memajukan industri reasuransi Indonesia. Benny Waworuntu memaparkan berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi industri ini, serta langkah-langkah strategis yang perlu diambil untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan berdaya saing. Secara keseluruhan, wawancara ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang dinamika industri reasuransi Indonesia di tengah perubahan lanskap ekonomi global.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar