Haluannews Ekonomi – Pagatan Usaha Makmur (PUM), perusahaan restorasi ekosistem dan ekonomi hijau berbasis masyarakat, memperlihatkan optimisme besar terhadap potensi pasar karbon di Indonesia. Kekayaan alam Indonesia, mulai dari hutan tropis hingga lahan gambut dan pesisir, dinilai sebagai aset berharga dalam pengembangan ini. Rio Christiawan, CEO & Co-Founder PUM, menyatakan komitmen perusahaan untuk mendukung perdagangan karbon melalui solusi berbasis alam (nature-based solutions/NBS). Strategi ini diyakini mampu menurunkan emisi karbon secara signifikan sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

Related Post
PUM, lewat proyek PLUM, mengadopsi pendekatan Climate, Community, and Biodiversity (CCB). Inovasi ini mengintegrasikan reforestasi dengan partisipasi aktif masyarakat sekitar, sehingga proses penanaman kembali hutan menjadi lebih cepat dan efektif. Kolaborasi juga menjadi kunci strategi PUM. Mereka menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk The Borneo Nature Foundation (BNF) dalam konservasi orangutan dan Dompet Duafa untuk penyediaan fasilitas kesehatan masyarakat hutan, guna mempercepat pengembangan kredit karbon.

Haluannews.id menayangkan wawancara eksklusif dengan Rio Christiawan dalam program Profit, (Jumat, 19 September 2025), yang mengupas tuntas peran PUM dalam mendorong pengembangan kredit karbon di Indonesia menuju target Net Zero Emission. Wawancara tersebut memberikan gambaran jelas bagaimana PUM memanfaatkan potensi alam untuk menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Strategi ini tidak hanya berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar